Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Posting "Bom Saja Bali" di Medsos, Saat Diamankan Jumadi 'Mewek'

  • 22 Mei 2020
  • 21:15 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 3446 Pengunjung
suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Membuat komentar pada postingan seseorang pemilik akun di media sosial Facebook dengan nama “JUN BINTANG” langsung 'mewek' di Mapolda Bali. Itu setelah dirinya menuliskan kalimat ujaran yang meresahkan masyarakat Bali.

Kalimat yang ditulisnya “Pasti bisa ke Bali lagi tenang saja, kalok dilarang masuk Bali iya bom saja kayak dulu biyar mampus wkwkw”. Begitu ditangkap pemuda sok berlaga Amrozi CS ini akhirnya menangis mohon ampun.

Tersangka yang punya nama asli Jumadi (25) kini ditahan jajaran Ditreskrimsus Polda Bali. Hal itu dibenarkan Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Bali, Kompol I Made Swanjaya melalui pesan singkat di Denpasar, Jumat (21/5).

Tersangka asal Jember ini, kata Swanjaya telah diamankan jajaran kepolisian akibat  mengunggah postingan dimedia sosial dengan kata pengancaman dan ujaran kebencian.

"Dari hasil pemeriksaan bahwa pelaku mengakui telah memposting postingan tersebut di atas dengan alasan yang bersangkutan benci terhadap Polri karena dilarang mudik lebaran," ucapnya.

Tersangka yang bekerja sebagai karyawan swasta ini disanggong petugas dikediamannnya Jalan By Pass Ngurah Rai, Kedonganan, Badung, pada Rabu, 20 Mei 2020 oleh anggota Subdit V (Siber) Ditreskrimsus Polda Bali.

Kepada petugas pelaku mengaku, setelah memposting kata ujaran kebencian itu lantas merubah nama akunnya untuk menghilangkan jejaknya.

"Ya tersangka telah merubah nama akunnya dan memberikan komentar pada postingan Facebook seseorang yang berisi muatan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA," tuturnya.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 unit HP Merk SONY warna putih dan 6 lembar Screen Capture Postingan Akun Facebook “Jun Bintang”.

Tersangka diduga melakukan tindak pidana pengancaman dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik

"Saat ini pelaku telah dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Bali, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar," katanya.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER