Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Masyarakat Apresiasi Pembangunan Jalan Trans Papua

  • 25 November 2020
  • 15:55 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1312 Pengunjung
google

Oleh : Rebecca Marian )*

Opini, suaradewata.com - Pembangunan di Papua sangat diapresiasi oleh masyarakat. Mereka merasa lebih maju setelah ada pembangunan Jalan Trans Papua dan berbagai infrastruktur lain. Papua kini makin modern dan tak lagi identik dengan pulau yang hanya memiliki hutan belantara.

Pemerintahan Presiden Jokowi sejak 2014 berusaha membangun Indonesia bagian timur agar ada keseimbangan kemajuan dengan bagian barat. Khususnya di Papua, karena di sana menyimpan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Keindahan alam, hasil bumi, dan kekuatan orang Papua bisa diasah agar makin baik.

Pembangunan dilakukan dengan membuat infrastruktur raksasa, misalnya Jalan Trans Papua sepanang lebih dari 4.000 KM. Juga ada Bandara Internasional Sentani, Jembatan Youtefa, dan lain-lain. infrastruktur ini dibangun agar transportasi makin lancar, sehingga memudahkan kehidupan warga sipil Papua.

Izak Randi Hikoyabi, tokoh Papua, menyatakan infrastruktur adalah urat nadi pembangunan kesejahteraan Papua secara berkelanjutan. Juga akan berdampak positif ke depannya. Karena di Bumi Cendrawasih akan makin banyak penduduknya, jadi mereka butuh infrastruktur untuk mendukung kelancaran transportasi.

Bandara di Sentani dipercantik dan ditingkatkan statusnya jadi bertaraf internasional agar para wisatawan asing merasa nyaman. Mereka bisa terbang dari negaranya dan mendarat di sana, lalu melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat untuk diving. Alternatif lain, mereka juga bsa berkunjung ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Danau Sentani, atau melihat eksotisnya Lembah Baliem.

Imron Cotan, Pengamat Papua menyatakan bahwa infrastruktur yang dibangun di Bumi Cendrawasih akan memudahkan masyarakat memasarkan hasil bumi dan mempercepat distribusi barang. Dalam artian, mereka tak perlu lagi melewati hutan, tapi tinggal ke Jalan Trans Papua dan bisa menjual hasil tanahnya dengan lebih cepat.

Dengan adanya distribusi barang yang cepat melalui jalan darat, akan menghemat biaya. Karena sebelumnya harus melalui udara, jadi harga melonjak tajam, karena avtur pesawat sangat mahal. Namun sekarang distribusi barang bisa dilewatkan Jalan Trans Papua yang panjang dan mulus, sehingga harganya bisa diturunkan.

Pembangunan di Papua juga didukung oleh program BBM 1 harga. Jika dulu harga seliter bensin bisa sampai 100.000 rupiah di daaerah terpencil, maka sekarang bisa ditekan agar harganya hampir sama dengan di Pulau Jawa. Program pemerintah ini membuat masyarakat tak lagi kesusahan saat akan mengeluarkan biaya transportasi.

Imron Cotan menambahkan, adanya infrastruktur akan memudahkan akses masyarakat menuju kesejahteraan. Karena mereka bisa mengangkut lebih banyak hasil bumi denga mobil bak atau truk, yang melalui Jalan Trans Papua. Sedangkan dulu tidak bisa, karena harus lewat hutan dan dibawa sendiri. Jika dibawa dengan pesawat akan jauh lebih mahal.

Otis Rio dari Masyarakat Peduli Papua juga menyatakan bahwa rakyat Papua bangga jadi bagian dari Indonesia, karena berkat Presiden Jokowi ada banyak pembangunan di sana. Presiden sangat peduli pada Bumi Cendrawasih. Bahkan dari era Presiden Soekarno sampai sekarang, hanya Jokowi sebagai Presiden yang paling sering mengunjungi Papua.

Pembangunan yang diprakarasi Presiden Jokowi sangat membantu, karena progam untuk memodernkan Papua tak hanya dengan membuat infrastruktur. Namun juga ada beasiswa otonomi khusus yang memajukan anak-anak Papua, agar mereka bisa mengenyam pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi. Beasiswa ini yang membuat Billy Mambrasar jadi sukses seperti sekarang.

Di Papua saat ini ada berbagai infrastruktur sebagai hasil pembangunan oleh pemerintah. Masyarakat di Bumi Cendrawasih sangat berterima kasih atas kemajuan di sana, karena bisa memperlancar transportasi dan memudahkan distribusi barang. Papua makin modern dan menjadi wilayah yang sejahtera.

 

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

 

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER