Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Petani di Dentim Hingga 8 bulan ke Depan Tidak Bisa Bertani

  • 19 Februari 2019
  • 00:00 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1785 Pengunjung
google

Denpasar, Suaradewata.com- Adanya peningkatan jaringan irigasi di teras Tukad Ayung membuat para petani di wilayah Denpasar Timur (Dentim) kesulitan mendapat air. Hal ini dimungkinkan dalam kurun hingga 8 bulan ke depan tidak bisa bercocok tanam.

Bahkan diperkirakan sebanyak 625 Hektar lahan pertanian dari 11 subak yang tersebar di Denpasar Timur (Dentim) terancam tidak bisa bercocok tanam, baik padi maupun hortikultura.

Hal ini sebagai dampak dari adanya peningkatan jaringan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Ayung, di kabupaten Gianyar, yang dilaksanakan Bali Wilayah Sungai Bali Penida (BWS-BP).

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir I Gede Ambara Putra dikonfirmasi, mengatakan subak yang terkena dampak dari peningkatan jaringan Tukad Ayung, yakni subak Umadesa, Subak Temaga, Subak Padanggalak, Subak Umalayu, Subak Subak Paang, Subak Saba, Subak Longatad, dan Subak Taman.

"Dampak dari peningkatan jaringan irigasi tersebut dimulai April sampai November 2019 mendatang sehingga para petani tidak bisa menanam padi dua kali dan sekali tanam hortikultura," ujarnya, Selasa (19/2).

Ambara Putra mengungkapkan, para petani tidak bisa bercocok tanam selama delapan Bulan, otomatis akan kehilangan penghasilan dari panen padi mau pun tanaman hortikultura. Seluruh subak baru bisa mendapatkan air setelah November.

Mengingat adanya hal tersebut, pihaknya pun akan membantu para petani dengan memberikan bibit saat air sudah mengalir. Adapun bantuan yang diberikan yakni benih padi secara gratis, terutama untuk lahan 265 hektar yang terkena dampak perbaikan jaringan irigasi tersebut. 

“Kalau airnya bisa mengalir bulan Oktober akan dibantu bibit benih padi di APBD Perubahan 2019. Jika tidak selesai November akan dibantu benihnya pada APBD induk 2020,” kata Ambara Putra.

Dikatakan pihaknya terus berusaha membantu untuk dapat meringankan para petani yang tidak bisa bercocok tanam padi selama dua kali. Bantuan bibit padi seluas 625 hektar disiapkan 16.250 kg saat musim cocok tanam nanti. 

“Apa yang kami lakukan ini bentuk kepedulian pemerintah kepada para petani yang terkena dampak peningkatan jaringan irigasi DAS Tukad Ayung ,” terangnya.

Lebih lanjut Ambara Putra mengemukakan, Dinas Pertanian tahun 2019 ini akan membantu kurang lebih 800 hektar benih padi kepada para petani. Selain itu, membuat Demplot (Percontohan) padi parietas unggul di masing-masing kecamatan 50 hektar. mot/rat


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER