Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pancasila Kontrol Generasi Muda

  • 06 Februari 2015
  • 00:00 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 8907 Pengunjung

Opini, suaradewata.com- Dewasa ini pembangunan di Indonesia mengalami dekadensi (kemerosotan) yang amat drastis dari berbagai aspek. Hal ini dibuktikan dengan kasus-kasus yang banyak terjadi di Indonesia antara lain korupsi, yang merupakan salah satu contoh kemerosotan pada aspek humanisasi, melemahnya kurs rupiah terhadap mata uang dollar pada aspek emansipasi, dan kemiskinan yang tidak teratasi.

Kemerosotan ini disebabkan oleh kemunduran SDM di berbagai aspek, baik sektor pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan politik. SDM di Indonesia seperti kehilangan jati diri mereka. Sementara, dibalik kemorosotan dan kemiskinan sikap yang dihadapi, sebenarnya Indonesia memiliki sebuah harta yang merupakan sebuah kunci emas sebagai pengontrol dan senjata ampuh bagi bangsa Indonesia dalam perang besar menghadapi perkembangan dan perubahan zaman yang tidak dapat dihentikan. Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan akan semakin maju, manusia akan berangsur-angsur berubah, baik dalam sikap dan gaya hidup. Saat sebuah bangsa tidak sanggup menghadapi arus raksasa yang mematikan itu, maka sebuah bangsa akan hancur. Mereka akan termakan oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kepercayaan mereka akan musnah dan hanya akan menjadi sejarah atau mungkin tidak lagi dikenali. Dalam hal ini, Pancasila merupakan sebuah tameng sekaligus pedang emas milik bangsa Indonesia, sehingga bangsa Indonesia dapat bertahan dari serangan arus perkembangan zaman tersebut.

Ketangguhan Pancasila

Ketangguhan Pancasila tidak diragukan lagi. Pancasila bahkan bukan sebuah pedang bermata dua yang dapat menghancurkan Indonesia. Hanya saja, saat bangsa Indonesia sebagai pemilik dari Pancasila itu sendiri mulai melupakan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi, maka pengaruh dan peran Pancasila yang dahsyat itu tidak akan dapat melindungi bangsa Indonesia lagi. Pancasila sebagai ideologi terbuka Indonesia sudah ada sejak 1 Juni 1945 dimana proses perumusan Pancasila melalui beberapa tahap dan pertimbangan. Tokoh-tokoh pemuka Indonesia seperti Ir. Sukarno, Muh. Yamin, dan Supomo telah sama-sama menuangkan buah pikirannya dalam merumuskan dasar negara. Untuk itu, Pancasila secara alami lahir dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri karena hasil buah pikitan tokoh-tokoh Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, Pancasila belum dapat diterapkan secara maksimal. Hal ini tampak dari kemerosotan yang terjadi di Indonesia. Jika dikaji lebih lanjut, Pancasila dapat membawa negara Indonesia menjadi negara yang jauh lebih maju dari kondisinya sekarang.

Catatan Peran Pemuda

Mengingat sejarah peran pemuda senantiasa menjadi pilar dan motor untuk mencapai kemerdekaan bangsa. Dalam situasi yang senantiasa tumbuh dan berkembang di era globalisasi ini, menuntut peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Selain itu, dalam pembangunan nasional pemuda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam menjaga Pancasila, keutuhan NKRI, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian kesadaran pemuda akan kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya semakin meningkat. Dimana, mahasiswa merupakan generasi kelas menengah yang selalu hadir dalam garda terdepan setiap perubahan penting dan mendasar di negeri ini. Pemuda juga diharapkan tetap terus menempa dirinya menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, dan memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan negara yang tinggi. Dan yang paling utama di saat era globalisasi seperti sekarang peran mahasiswa sangat berpengaruh terhadap bangsa. Baik dalam lingkup ilmu pengetahuan, etika, para mahasiswalah yang akan merubah status suatu bangsa, karena mahasiswa merupakan sosok insan akademis yang sedang menjalankan aktifitas pendidikan yang terbilang tingkatannya yang paling tinggi, jika moral mahasiswa buruk maka nama bangsa juga akan ikut tercemar, jika cara berfikir mahasiswa kearah yang positif maka Indonesia akan lebih mudah untuk menemukan penemuan-penemuan baru yang akan mencuitkan nama Indonesia dibelahan dunia maka mahasiswa harus bisa membawa negara ini kedalam perubahan yang lebih baik.

Dampak Globalisasi

Pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia, setiap warga negara wajib mempelajari, mendalami, menghayati, dan mengamalkannya dalam segala bidang kehidupan. Seperti kita ketahui bersama, bahwa saat ini Indonesia berada dalam era globalisasi. Maka agar tidak terombang ambing di tengah masyarakat internasional, bangsa Indonesia harus memiliki visi dan ideologi yang kuat (nasionalisme). Terutama sebagai mahasiswa harus memiliki ideologi yang berdasarkan atas Pancasila. Sebab mahasiswa memiliki peran yang penting dalam masyarakat sebagai kontrol sosial dan calon pemimpin bangsa. Secara filosofis dan obyektif, nilai-nilai yang tertuang dalam sila-sila Pancasila merupakan filosofi bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara Republik Indonesia. Maka dari itu, dalam menghadapi tantangan kehidupan bangsa dalam maraknya globalisasi, Bangsa Indonesia harus tetap memiliki nilai-nilai, yaitu Pancasila sebagai sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan yang menjiwai pembangunan nasional di berbagai bidang. 

Pendidikan Formal

Pancasilaisme harus ada pendidikan Pancasila dalam setiap tingkat pendidikan formal, terutama untuk tingkat pendidikan tinggi. Karena di tingkat ini adalah fase paling rawan, artinya di tingkat ini banyak mahasiswa yang mencari pandangan hidup (ideologi) yang sesuai dengan dirinya. Disinilah peran Pancasila sebagai ideologi diperlukan sebagai penanaman karakter bagi mahasiswa. Pendidikan Pancasila sebagai pendidikan berkarakter bagi setiap warga negara Indonesia memiliki peranan penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan bertabat. Pendidikan Pancasila ini sangat urgen diberikan khususnya bagi para mahasiswa. Di perguruan tinggi, Pendidikan karakter terintegrasi dalam Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah dasar umum yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Pemberian mata kuliah Pendidikan Pancasila kepada setiap mahasiswa itu sebagai wujud pengembangan karakter, watak dan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dimaksudkan untuk mencegah timbulnya radikalisme yang membahayakan negara, dan juga agar setiap mahsiswa dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Perlu diketahui bahwasanya dalam sektor modern perguruan tinggi (universitas) dianggap sebagai lembaga paling modern dan pembaruan. Perguruan tinggi adalah sebuah pusat dengan perananya menghasilkan pemimpin yang cocok di masa kini dan mempelopori modernisasi.

“Kesedihan hanyalah batu penghalang, Ketika Anda tidak bahagia, kerikilpun terlihat seperti gunung, Bila Anda sedang merasa terjebak dalam sebuah lubang, berhentilah menggali”.

Herni Susanti, Penulis adalah Pemerhati Masalah Bangsa  


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER