Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Sampah Jadi Ancaman Serius Pariwisata Bali

  • 26 Oktober 2015
  • 00:00 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 3188 Pengunjung

Denpasarsuaradewata.com - Pariwisata Bali saat ini menghadapi dua ancaman serius, yakni kemacetan lalulintas dan sampah. Khusus mengenai mengenai persoalan sampah, pemerintah terkesan masih gamang untuk mengurainya. Di sisi lain, kesadaran masyarakat terkait kebersihan justru masih minim.

Jangankan di wilayah perkotaan, sampah bahkan sering menjadi pemandangan yang tak mengenakkan di pantai-pantai di Pulau Dewata. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada citra keindahan pantai di Bali di mata wisatawan mancanegara.

Mencermati kondisi ini, Yayasan Bali Harum mencoba menggugah kesadaran masyarakat untuk membersihkan lingkungan serta pantai-pantai di Bali. Selain itu, yayasan ini juga menggandeng berbagai komponen masyarakat untuk bersama-sama membersihkan pantai di Bali.

"Lingkungan yang bersih akan berdampak positif bagi pariwisata Bali. Sebab, wisatawan akan nyaman berkunjung jika lingkungannya bersih," tutur Ketua Yayasan Bali Harum, Nyoman Tirtawan, di Denpasar, Minggu (25/10).

Anggota DPRD Provinsi Bali ini pun mengajak masyarakat di seluruh Bali, agar bersama-bersama mengatasi persoalan sampah ini. "Kalau melakukan hal yang baik, tidak boleh hanya sekali. Kita harus terus lakukan, karena menyelesaikan masalah tidak boleh sekali,” tandas Tirtawan.

Menariknya, Yayasan Bali Harum tak sekedar menggugah kesadaran masyarakat. Yayasan ini juga berencana akan membuat tempat pengolahan sampah di Buleleng, Denpasar dan Badung. Khusus untuk hal ini, Yayasan Bali Harum akan mengadopsi sistem pengolahan sampah yang dapat diterapkan di desa-desa. Terutama pengolahan sampah organik menjadi kompos.

"Rencananya kita akan kembangkan di Denpasar dan Badung, sehingga sampah betul-betul dikelola menjadi aset dan barang yang berguna,” papar Tirtawan.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyarankan kepada pemerintah agar membuat tempat sampah yang dapat membedakan sampah plastik dan sampah organik. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengolahan sampah. Selain itu, sampah plastik yang mengandung bahan kimia juga tidak mencemari sampah organik yang bisa diolah untuk dijadikan pupuk kompos.

Sebelumnya, Sabtu (24/10), ratusan masyarakat dan aktivis lingkungan dari Yayasan Bali Harum dan Yayasan Orhiba melaksanakan aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar sungai dan pantai di kawasan Wisata Lovina, Buleleng. Masyarakat dan aktivis lingkungan ini memunguti sampah-sampah plastik yang ditemui berserakan di sekitar sungai dan pantai.

Aksi yang dimulai pagi ini menyasar Desa Pemaron, Tukadmungga, Anturan, Kalibukbuk hingga Temukus. Sedikitnya ada 100 kampil sampah yang terkumpul dalam aksi tersebut. Sampah-sampah itu selanjutnya diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Kami melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar sungai dan pantai, agar tidak sampai hanyut ke laut. Selama ini sampah menjadi momok bagi wisatawan yang berkunjung ke Lovina dan pantai-pantai yang menjadi favorit kunjungan wisatawan di Bali,” beber Tirtawan.

Ia mengatakan, akan melakukan kegiatan ini secara berkelanjutan. Sehingga selain mengurangi sampah-sampah plastik, juga secara langsung akan mengedukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan. "Kami juga akan menggelar aksi ini di wilayah Denpasar dan Badung," pungkas Tirtawan. san


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER