Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

13,5 Hutan Lindung di Puncak Randa Dibabat

  • 04 Oktober 2015
  • 00:00 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 4235 Pengunjung

Tabanan, suaradewata.com – Hutan negara di kawasan Puncak Bukit Rangda Desa Lalang Linggah, Selemadeg Barat seluas 13,5 hektar selama ini banyak dimanfaatkan oleh para perambah hutan untuk menanam kopi,pisang, coklat dan lainnya. Guna mengembalikan fungsi hutan dikawasan tersebut sedikitnya 1.400 orang warga lebih dibantu aparat dan pihak kehutanan provinsi bali terpaksa melakukan langkah extreme. Mereka membabat pohon coklat, kopi pohon pisang dan yang lainnya untuk nantinya ditanami pohon pelindung saat musim hujan. Meski ada pro dan kontra namun pembabatan hutan tersebut berlangsung aman dan lancar dibawah pengawasan aparat Minggu, (4/10).

Infromasi yang dihimpun bali express pembabatan areal hutan lindung seluas 13,5 hektar itu berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00. Mereka yang dilibatkan adalah dari pihak dinas Kehutanan Provinsi Bali dan kababupaten Tabanan sebanyak 15 orang, Polsek Selemadeg Barat 20 orang. Ditambah sekitar 1.400 orang warga dari  9 Bendesa Adat penyungsung Kayangan Puncak Rangda. Mereka bergerak bersama untuk membersihkan pohon-pohon Kopi, coklat dan pisang milih warga perambah hutan selama ini. Pembabatan itu dilakukan guna menetralkan wilayah tersebut yang selama ini banyak dikuasai oleh perambah hutan untuk menamam pohon kopi, coklat dan pisang. “Rencananya nanti akan ditanam pohon pelindung seperti oleh dinas kehutanan provinsi dan mereka sudah siap akan ditanam nanti saat musim hujan,” ucap warga disana. Mereka juga mengakui upaya ini memang banyak ada pro kontra, namun sejauh ini masih bisa diatasi sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar.

Kapolsek Selamadeg Barat, AKP Wayan Bayu Parwata seijin Kapolres Tabanan membenarkan pembabatan hutan milik negara itu. Namun kata dia tujuannya guna membersihkan areal seluas 13.5 yang selama ini ditanami pohon kopi, coklat dan pisang. “Bukan pembabatan, namum pembersihan hutan, untuk nanti ditanami pohon pelindung dari dinas kehutanan, intinya tujuannya untuk pelestarian hutan di kawasan tersebut, dan mengembalikan fungsi hutan ke fungsi aslinya,” ucap Kapolsek Bayu. Memang diakui, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan akibat pro dan kontra pihaknya menyiapkan puluhan personil guna mengawasi kegiatan tersebut. “Semuanya berjalan dengan aman dan lancar, namun kita tetap melakukan langkah antisipasi karena ada pro dan kontra,” jelas Kapolsek. ina


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER