Nandurin Karang Awak, Thema Orientasi PMHD Unwar 2024

  • 25 Februari 2024
  • 12:25 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1787 Pengunjung
Kegiatan Pembekalan PMHD Universitas Warmadewa, Sabtu, 24 Pebruari 2024 di kampus setempat.SD/hms/ist

Denpasar, suaradewata.com - Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar pembekalan bagi pengurus baru, Sabtu, 24 Pebruari 2024 di kampus setempat. Pembekalan bagi pengurus baru PMHD masa bakti 2024-2025 tersebut mengusung tema "Nandurin Karang Awak" yang bermakna menggali potensi diri menuju pengurus PMHD yang kompeten dan unggul.

Pembina PMHD yang sekaligus membuka dan menjadi narasumber acara, Dr.Anak Agung Gede Krisna Paramita,S.Pd.,M.Pd., dalam sambutannya memaparkan pentingnya proses kaderisasi PMHD dibarengi dengan peralihan tongkat estafet kepengurusan yang mengutamakan transfer informasi, pengetahuan dan keterampilan antara pengurus lama dengan yang baru. Salah satu dosen muda Universitas Warmadewa ini mengharapkan transfer pengetahuan, pengalaman dan keterampilan ini hendaknya menjadi budaya yang baik dan berkelanjutan di Unitas PMHD Universitas Warmadewa.

Lebih lanjut pria kelahiran Gianyar ini menambahkan tema nandurin karang awak pada orientasi dharma sraya kali ini, sederhana namun memiliki filosofi yang mendalam. Inilah saatnya pengurus baru PMHD membangkitkan potensi diri dan mengembangkannya dalam setiap kegiatan organisasi. "Setiap individu pengurus memiliki kekuatan yang saling melengkapi, ini harus diramu dalam kerjasama tim yang solid" , harap Gung Krisna, panggilan akrab dosen pada fakultas vokasi ini.

Ketua Paiketan Alumni yang juga penggagas organisasi PMHD, I Made Dwija Suastana,S.H.,M.H., mengajak para pengurus baru me- review kembali nilai-nilai historis dan filosofis sebagai pondasi dasar PMHD Unwar. Penguatan terhadap jati diri PMHD sebagai organisasi yang berlandaskan kearifan lokal dalam tindakan, Tri Hita Karana menjadi aspek penting menjalankan organisasi PMHD kedepannya. "Spirit sapta bayu yang menjadi jiwa semangat civitas akademika Universitas Warmadewa, pada kesempatan awal menjadi anggota baru PMHD, diterjemahkan dalam kawah candradimuka Diklat Sapta Bayu PMHD, sebagai organisasi kader, PMHD wajib melakukan penguatan-penguatan lanjutan, salah satunya dengan pembekalan dharma sraya ini," ungkap Dwija.

Ia berharap dharma sraya yang bermakna berteman dengan dharma; kebenaran, selalu berpegang teguh pada dharma, hendaknya diterjemahkan secara praktis agar organisasi PMHD senantiasa berpegang teguh pada aturan main, diantaranya AD/ART organisasi, peraturan tentang organisasi kemahasiswaan tingkat universitas yang turunannya dapat berupa aturan-aturan tentang ormawa internal universitas Warmadewa. "Yang paling penting PMHD harus taat asas berorganisasi dan mampu bertanggungjawab sebagai wujud integritas dan jati diri PMHD dalam upaya mendukung Tri Dharma serta visi dan misi Universitas Warmadewa," pungkas Dwija.

Pada kesempatan berikutnya Ketua umum PMHD periode 2023-2024, I Wayan Sudana menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diambil penerusnya dengan menggelar orientasi dharma sraya ini. Dia berharap agar orientasi dharma sraya nanti dimasukkan dalam AD/ART sebagai pedoman generasi pengurus selanjutnya untuk melaksanakan dharma sraya secara berkelanjutan. Dia dan tim kemudian berbagi tentang teknik-teknik praktis administrasi PMHD seperti surat menyurat, teknik audiensi dan penyusunan proposal dan LPJ. Menurutnya, pengurus baru ibaratnya harus menyelami dapurnya terlebih dahulu agar tidak tersesat di hutan rimba dan tidak menyesatkan pengurus berikutnya.

Ana Marantika yang mendampingi Wayan Sudana secara silih berganti banyak menjawab pertanyaan pengurus baru tentang hal-hal teknis yang berkaitan dengan tata kelola organisasi PMHD.

I Made Agus Pradnya Diwangga selaku ketua umum PMHD masa bakti 2024-2025 menyampaikan apresiasi  yang tinggi atas kehadiran para narasumber praktisi tentang PMHD.Pihaknya merasa mendapatkan cakrawala dan energi baru dalam menahkodai PMHD setahun ini. "Kami berharap action plan dalam bentuk proker yang kami telah susun dapat tersinkronisasi dengan kalender akademik, proker pada periode sebelumnya serta strength dan weakness yang kami hadapi kedepannya,", tandas Degus panggilan akrabnya. Pihaknya yakin penguatan sinergi antar pengurus sebelumnya, alumni dan dukungan pembina menjadi modal penting baginya dalam mengawal agenda PMHD dalam ber-karmayoga sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi setahun kedepan.

Hadir tiga narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Pembina PMHD yang sekaligus membuka dan menjadi narasumber acara, Dr.Anak Agung Gede Krisna Paramita,S.Pd.,M.Pd., Ketua Paiketan Alumni yang juga penggagas organisasi PMHD, I Made Dwija Suastana,S.H.,M.H.,Narasumber lainnya. Rls/red


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER