Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Jalankan Hobi Mancing Sembari Melestarikan Keberlangsungan Penyu

  • 12 Juni 2022
  • 16:50 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 2284 Pengunjung
Pelepasan tukik hasil penangkaran Komunitas Mancing Keweh Ngalih Demen di Pantai Siyut Gianyar, juga diikuti oleh Sat Polairud Polres Gianyar dan pengunjung. Foto: gus/sd

Gianyar, suaradewata.com - Memancing adalah salah satu hobi yang sangat digemari masyarakat saat ini. Baik memancing di kolam, danau maupun di pantai atau laut. Dalam menjalankan hobi memancing ada baiknya juga menjaga alam sekitarnya untuk melestarikan ekosistem. Seperti halnya yang dilakukan oleh Komunitas Mancing Keweh Ngalih Demen di Pantai Siyut. Selain menjalankan hobi memancing, anggota komunitas ini juga sering melakukan penyelamatan telur penyu dan pelepasan tukik.

Komunitas Mancing Ngalih Demen yang anggotanya dari berbagai kalangan dan profesi ini sejak 2 tahun terakhir telah melakukan 4 kali pelepasan tukik ke habitatnya. Tukik-tukik yang dilepas merupakan hasil dari penangkaran sendiri yang dibuat secara sederhana dengan biaya sendiri. Penyu yang bertelur di sepanjang Pantai Siyut, Gianyar, diambil dan ditempatkan di penangkaran kecil berukuran 2x2 meter. "Biasanya penyu mulai bertelur bulan Februari - Agustus. Setiap kali bertelur minimal 85-125 butir dan menetas dalam waktu 45 hari," jelas Gusti Ngurah Gede Putra (52) salah satu anggota Keweh Ngalih Demen, Minggu (12/6/2022).

Awal mula komunitas ini melakukan penangkaran telur penyu karena keprihatinan melihat telur penyu yang sering dimangsa oleh anjing liar yang ada di Pantai Siyut. Oleh karenanya, anggota komunitas kemudian membangun penangkaran yang terbuat dari buis beton yang didapatkan dari sekitar pantai untuk membuat bak penetasan. Disekitar bak penetasan dipasangkan pagar bambu setinggi 1 meter dan kawat jaring untuk menghindari predator.

(Tempat penetasan telur penyu yang dibuat seadanya dari bahan yang didapatkan di sekitar Pantai Siyut, Gianyar)

Gusti Ngurah Gede yang juga relawan penyu ini menuturkan, komunitas ini paling banyak pernah melepasliarkan 160 ekor tukik ke habitatnya. Kebanyakan jenis tukik yang dilepaskan jenis penyu lekang. "Pernah juga kita melepaskan 27 tukik penyu belimbing yang menetas dari 40 telor yang ditangkarkan," tuturnya.

Ia pun mengaku sebagai relawan penyu sudah mendapat izin untuk mengambil telur penyu di sepanjang pantai untuk ditetaskan di penangkaran asal tidak diperjualbelikan. "Saya punya izin khusus untuk mengambil telur penyu untuk penangkaran supaya tidak dimangsa predator," ujarnya.

Namun diakuinya, selama ini penangkaran telur penyu dilakukan dengan biaya sendiri dari komunitas demi melestarikan keberlangsungan penyu. "Belum pernah ada donatur atau bantuan apapun untuk penangkaran ini, mungkin tidak banyak yang tahu. Semuanya secara swadaya," kata Gusti Ngurah Made. Karena disamping menjalankan hobi memancing, komunitas Keweh Ngalih Demen juga menyadari pentingnya kehidupan penyu di alam liar, lanjutnya. gus/ari


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER