Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Masyarakat Papua Menolak KST

  • 14 Mei 2022
  • 17:50 WITA
  • Nasional
  • Dibaca: 1190 Pengunjung
Ilustrasi, Foto/Suber: Google

Opini, suaradewata.com - Masyarakat Papua menolak keberadaan Kelompok Separatis dan teroris (KST) yang selalu membuat kerusuhan. TNI/Polri diharapkan untuk tidak ragu untuk menindak tegas gerombolan tersebut agar kedamaian Papua terjaga.

Akhir-akhir ini muncul klaim dari KST bahwa mereka didukung oleh rakyat Papua. Namun hal ini langsung ditangkis oleh Pendeta Jupinus Wama. Menurut Pendeta Jupinus, salah besar jika KST dicintai rakyat. Kenyataannya, mereka malah melakukan aksi teror, tak hanya ke warga sipil tetapi juga ke aparat keamanan. Bahkan KST tega sekali memperkosa gadis-gadis Papua. Sungguh tidak berperikemanusiaan.

Masyarakat Papua memang tidak menyukai KST sama sekali dan klaim mereka hanya hoaks. Tidak ada yang mau hidupnya selalu dipenuhi ancaman dari KST ketika melakukan teror tidak sekadar membawa senjata api. Namun mereka juga sampai mengusir penduduk karena rakyat tidak mau mendukung KST dan mengibarkan bendera bintang kejora.

Apalagi KST tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga melakukan pembunuhan secara sengaja. Sudah banyak korban dari rakyat sipil, mulai dari murid, guru, hingga tenaga kesehatan yang jadi korban kekejaman KST. Mereka kehilangan nyawa  gara-gara serangan KST padahal keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi yang diserang juga anak kecil yang tak berdosa, bahkan dipotong jarinya.

Serangan KST menunjukkan bahwa mereka tidak menyukai kemajuan di Papua. Buktinya guru dan tenaga kesehatan dibunuh, padahal tenaganya sangat diperlukan rakyat. KST juga menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua. Hal ini juga jadi bukti bahwa kelompok separatis ini anti kemajuan, padahal Papua amat butuh modernitas agar masyarakatnya hidup makmur.

KST tidak pernah mendapat simpati masyarakat karena mereka memaksa untuk mengibarkan bendera bintang kejora pada ulang tahun OPM, tanggal 1 Desember. Rakyat tidak mau melakukannya karena setia pada Indonesia dan benderanya hanya merah putih, tidak ada jenis lain.

Sementara itu, masyarakat Papua juga tidak mau bergaul dengan KST karena yang mereka serang bukan hanya pendatang, tetapi juga orang asli Papua. Betapa mereka tega membunuh saudara sesukunya sendiri dan KST selalu menuduh bahwa yang dibunuh adalah mata-mata aparat. Padahal hanya warga sipil biasa.

Masyarakat Papua tidak mau mendukung KST karena mereka punya rasa nasionalisme yang tinggi. Papua adalah bagian dari Indonesia, sejak masa orde lama. Tidak ada yang namanya kemerdekaan karena memang lebih baik jadi bagian dari NKRI. Apalagi di masa pemerintahan Presiden Jokowi, Papua amat diperhatikan, sehingga masyarakat makin cinta Indonesia.

Jika ada anggota KST maka masyarakat langsung menghubungi aparat keamanan agar dilakukan penangkapan. Mereka tidak mau menampung anggota KST karena takut akan menimbulkan masalah dan melanggar hukum. Lagipula, warga Papua juga anti KST karena jadi penghianat bangsa dan memalukan orang di Bumi Cendrawasih, karena  mencoreng citra orang Papua.

Masyarakat amat anti KST karena kelompok separatis itu selalu merugikan. KST tidak pernah didukung oleh warga sipil Papua. Sebaliknya, rakyat anti KST karena mereka melakukan berbagai tindak kriminal. Oleh sebab itu, Aparat penegak hukum diminta untuk tidak ragu dalam menegakan hukum kepada KST agar stabilitas keamanan dapat terus terjaga.

Moses Waker, Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute  


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER