Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Penyidik Kejari Buleleng Kebut Penanganan Kasus Korupsi BUMDes Banjarasem

  • 13 Mei 2022
  • 21:30 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1220 Pengunjung
penyidik Kejari Buleleng saat memeriksa para saksi. foto: sad

Buleleng, suaradewata.com - Perkembangan terkini penanganan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banjarasem Mandara, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, yang menyeret tersangka berinisial MAT, kini dikebut oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Pihak penyidik Kejari Buleleng sebelumnya telah melakukan pengembangan penyidikan kasus ini dengan pola 'jemput bola' dengan memeriksa keterangan beberapa orang saksi yang merupakan nasabah maupun kreditur yang namanya digunakan oleh tersangka menjadi pemilik kredit dan tabungan fiktif di Banjarasem.

Selanjutnya, setelah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, kini pihak penyidik Kejari Buleleng masih menunggu hasil audit keuangan secara menyeluruh yang dilakukan oleh Inspektorat Buleleng terhadap pengelolaan keuangan BUMDes Banjarasem, yang disinyalir terdapat kerugian negara.

Kasi Intel yang juga Humas Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara,SH,MH menjelaskan hingga saat ini penanganan perkara dugaan korupsi BUMDes Banjarasem sudah memasuki  ketahap audit yang dilakukan Inspektorat Buleleng. 

"Tunggu hasil audit baru kami mengetahui, indikasi kerugian negaranya," ucapnya, Jumat, (13/5/2022) siang di Kejari Buleleng,

Diungkapkan juga bahwa hingga kini, terdapat 21 orang saksi yang diperiksa dan untuk keterangan ahli, pihak penyidik masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Buleleng. Artinya untuk pengembangan kasusnya, masih menunggu hasil ekspose terakhir. 

“ Untuk modus terbaru belum ada, dalam hal inj masih modus lama kredit dan tabungan fiktif," tandas Jayalantara.

Sekedar diketahui, perkara dugaan korupsi di BUMDes Banjarasem telah bergulir sejak tahun 2020 lalu. Dan sekitar tahun 2021 lalu, Kejari Buleleng menetapkan Sekretaris BUMDes yang merangkap selaku Bendahara berinisial MAT sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

Dalam menjalankan aksi, tersangka menggunakan modus tabungan fiktif. Tersangka membuat buku tabungan dan transaksi keuangan, seolah-olah ada masyarakat yang menabung. Selanjutnya tersangka juga menarik saldo dalam buku tabungan fiktif itu untuk kebutuhan pribadi.

Selain itu, diketahui tersangka juga menilep setoran kredit masyarakat. Masyarakat yang menyetorkan angsuran kredit kepada tersangka, justru tidak dicatat dalam transaksi keuangan melainkan uang nasabah dipergunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.sad/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER