Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Aksi Brutal KST Papua Mengganggu Pendekatan Kesejahteraan

  • 27 Januari 2022
  • 19:40 WITA
  • Nasional
  • Dibaca: 1443 Pengunjung
sumber foto google

Oleh : Janet Theresia

Opini, suaradewata.com - Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua merupakan gerombolan bersenjata yang selalu meneror rakyat dan menghambat berbagai program pembangunan. Aksi sadis dan brutal KST Papua tersebut juga terbukti mengganggu pendekatan kesejahteraan yang saat ini digencarkan Pemerintah untuk membangun Papua.

Apa yang Anda ingat tentang Papua? Selama ini Bumi Cenderawasih menjadi spot favorit untuk berlibur, seperti di raja ampat dan pegunungan jayawijaya. Akan tetapi masih saja ada yang beranggapan bahwa Papua identik dengan keterbelakangan. Padahal pemerintah sudah memaksimalkan pembangunan demi kesejahteraan rakyat di sana.

Pendekatan kesejahteraan memang sedang digalakkan karena untuk mengganti metode lama yang spartan. Diharap dengan pendekatan ini maka masyarakat akan lebih makmur. Mereka tidak akan mau jika didekati oleh kelompok separatis dan teroris alias KST, karena pemerintah Indonesia sudah memberi banyak fasilitas terbaik.

Akan tetapi pendekatan kesejahteraan malah ditentang habis-habisan oleh KST. Kelompok separatis ini selalu mengganggu proyek pembangunan. Padahal hasil dari proyek ini adalah demi kenyamanan hidup dan kesejahteraan rakyat Papua, yang notebene adalah saudara mereka juga.

Salah satu bukti bahwa KST mengganggu kelancaran pendekatan kesejahteraan adalah adanya gangguan saat pembangunan jalan trans papua. Ada beberapa serangan KST yang merepotkan karyawan yang sedang membangun proyek, sehingga cukup merepotkan. Akhirnya ada perlindungan ekstra dari aparat keamanan sehingga mereka tidak takut akan KST yang membawa senjata api ilegal.

Padahal jalan trans Papua dimaksudkan dibangun untuk kelancaran mobilitas rakyat di Bumi Cendrawasih sehingga perjalanan jadi lebih cepat. Jika ada jalan trans papua maka pengantaran barang-barang bisa via mobil box bukan dengan pesawat seperti biasa. Dengan begitu maka harga sembako dan barang lain bisa turun karena ongkos transportasinya rendah.

Gangguan dari KST alasannya adalah jalan trans Papua bisa membuat markas KST terkuak, karena ada pembukaan jalan baru dan bisa jadi di dalam rimbunnya daun ternyata ada markas KST, sehingga mereka bisa tertangkap. Padahal mereka seharusnya berterima kasih karena jalan trans papua membuat kehidupan rakyat jadi mudah dan ini adalah bukti bahwa pemerintah membangun Bumi Cendrawasih, bukan menjajah seperti yang mereka sangka.

Bukti lain dari pendekatan kesejahteraan adalah dibangunnya sekolah dengan fasilitas yang memadai, juga guru berkualitas tinggi. Akan tetapi KST malah bertindak semena-mena dengan membakar sekolah dan parahnya lagi membunuh guru-guru. Para guru jelas tak bisa melawan karena diserang secara mendadak sehingga tidak bisa mengambil senjata sebagai pelindung.

Padahal kehidupan masyarakat bisa membaik berkat pendidikan dan jika sekolahnya dibakar maka sama saja KST mengajak rakyat untuk berkubang dalam kebodohan. Mereka tak berpikir panjang bahwa jika KST tak mau maju dengan pendidikan maka akan mudah dibohongi orang.

Oleh karena itu KST harus dibubarkan sekarang juga dan para anggotanya ditangkap agar tidak membuat keonaran di Papua. Jangan sampai mereka menghalangi pembangunan di Bumi Cendrawasih, karena sama saja dengan melawan kemajuan. Rakyat butuh modernitas, bukan janji palsu akan hadirnya negara baru.

Dari kelakuannya saja KST sudah diragukan kedewasaan dan tingkat kepemimpinannya, karena sudah sering salah memberi statement antara anggotanya di papua dengan yang di luar negeri. Mereka juga hanya tahu kekerasan dsn amat bahaya jika jadi pemimpin, karena berpotensi jadi diktator.

Keberadaan KST sangat mengganggu, baik aparat keamanan maupun masyarakat sipil. KST harus dibubarkan dan anggotanya ditangkap agar tidak mengacau di Papua. Pengamanan di proyek pembangunan perlu diperketat agar tidak ada serangan dari KST.

* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bandung


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER