Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Diterjang Banjir, Jembatan Swadaya Tegalalang-Tambahan Terputus Total

  • 12 Januari 2022
  • 09:40 WITA
  • Bangli
  • Dibaca: 2177 Pengunjung
Kondisi jembatan darurat penghubung Lingkungan Br. Tegalalang dengan Tambahan pasca diterjang Banjir. Foto : SD/Ist

Bangli, suaradewata.com - Belum tuntas upaya penanggulangan dampak bencana yang terjadi pada Minggu (09/1/2022) lalu, bencana susulan yang dipicu hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Bangli. Kondisi terparah terjadi pada jembatan darurat penghubung lingkungan banjar Tegalalang, Kawan dengan banjar Tambahan, desa Jehem. Jembatan berbahan bambu yang notabene baru selesai dibangun secara swadaya oleh masyarakat beberapa bulan lalu, kini justru terputus lagi akibat sebagian badan jembatan dihanyutkan banjir bandang. Dampaknya, jembatan penghubung dua desa tersebut kini praktis tidak bisa dilalui masyarakat. Selain itu, sejumlah titik longsor juga kembali terjadi di beberapa

Sesuai pantauan pada Selasa (11/01/2022),  jembatan darurat penghubung Tegalalang-Tambahan tersebut tampak hancur akibat terjangan banjir. Tampak hanya sebagian, puing-puing jembatan sepanjang 20 meter itu, masih  tersangkut dibibir sungai. Akibatnya, warga harus melalui jalan melingkar menuju ladang mereka. Ada juga warga yang nekat menerobos sungai agar jarak tempuh lebih dekat.  “Sebelum benar-benar terputus, rencananya jembatan ini akan kami perbaiki lagi. Namun, sayang kemarin kembali diterjang banjir besar sehingga jembatan menjadi ambruk,”  ungkap Kelian Subak Tegallalang Sang Ketut Rencana saat ditemui di lokasi.

Sebut dia, sebelum roboh jembatan sempat dihantam air bah yang bercampur kayu dan material lainnya. Sementara tanah di sekitar penyangga jembatan juga tergerus hingga mengakibatkan jembatan tidak bisa bertahan dan terseret banjir. “Sebenarnya kita telah menyiapkan bahan bambu untuk perbaikannya lagi secara swadaya. Namun, belum sempat diperbaiki sudah ambrol tergerus banjir,” sesalnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sang Nyoman Adnyana. Kata dia, pasca robohnya jembatan yang terbuat dari bambu ini membuat arus lalu lintas dari kedua wilayah tersebut benar-benar  terputus. Bagi warga yang  mengangkut hasil panen terpaksa melalui jalan melingkar dengan jarak sekitar 15 kilometer. “Kalau tidak  mengangkut hasil bumi, kami terpaksa turun ke sungai agar lebih dekat. Cuma saja sangat membahayakan saat air tiba-tiba  besar,” ucap warga Tegallalang itu. Karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah  agar upaya perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilakukan.

Disisi lain, Kasubag Humas Polres Bangli, Iptu. I Wayan Sarta menjelaskan, dampak hujan deras kembali menyebabkan longsor susulan terjadi di jalur desa Buahan menuju Dusun Dukuh,  Abangbatudinding, Kintamani. Kata dia, longsor diketahui terjadi pada Selasa (11/01/2022) sekira pukul 05.00 wita. “Kemungkinan longsor terjadi pada Senin

malam, sehingga material berupa pasir dan batu sempat menghalangi jalur tersebut,” jelasnya. Tindak lanjut dari itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanggulangan. “Alat berat dari Dinas PU juga telah diturunkan untuk membersihkan sisa-sisa material batu, sehingga saat ini kondisi ruas jalan tersebut telah bisa dilalui kendaraan lagi,” sebutnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika melintas di jalur zona rawan bencana untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ard/red. 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER