Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Otsus Jalan Tengah Selesaikan Masalah di Papua

  • 01 Januari 2022
  • 07:55 WITA
  • Nasional
  • Dibaca: 1304 Pengunjung
Ilustrasi Otsus Papua, Foto/Suber: Google

Opini,suaradewata.com - Otonomi khusus atau Otsus adalah keistimewaan yang diberikan kepada rakyat di Bumi Cendrawasih. Otsus Papua adalah jalan tengah untuk mengatasi berbagai permasalahan di sana, mulai dari perekonomian hingga kewenangan rakyat, sehingga keberlanjutan  program Otsus pada tahun 2021 mendapat banyak dukungan dari masyarakat.

Papua sebagai daerah timur di Indonesia memiliki beberapa perbedaan dengan daerah di bagian barat Indonesia. Selain kondisi geografisnya yang berbeda, maka perbedaan lain adalah dari sisi pembangunannya. Bisa dibilang saat ini di Bumi Cendrawasih, pemerintah daerah sedang menggenjot agar wilayahnya makin modern dan memiliki berbagai infrastruktur.

Mengapa pemda Papua begitu semangat dalam membangun? Penyebabnya karena start dalam modernisasi di Bumi Cendrawasih berbeda dengan daerah lain, karena aturan sentraliasi yang dipatok pada era orde baru puluhan tahun lalu. Pemerintahan Presiden Jokowi berusaha menerapkan azas keadilan dan membangun Papua sebagus mungkin, dan modalnya adalah dana otonomi khusus (Otsus).

Otsus yang dimulai tahun 2001 dan diperpanjang tahun 2021 adalah jalan tengah menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua. Steve L Mara, Ketua Pemuda LIRA Papua menyatakan bahwa Otsus adalah kebijakan untuk sejahterakan Papua. Dana besar sudah digulirkan (hingga triliunan rupiah), tujuannya untuk mengurangi gap antara Papua, Papua Barat, dengan provinsi lain.

Peningkatan kesejahteraan penting karena rakyat Papua butuh makan. Jika ada dana Otsus maka akan berdampak positif pada kesejahteraan dan ketahanan pangan mereka. Penyebabnya karena sebagian dana Otsus dirupakan pinjaman modal bagi para mama (ibu-ibu di Papua) sehingga mereka bisa berdagang di pasar dan mendapatkan keuntungan, serta tidak bergantung 100% persen pada gaji suami.

Selain itu, dana Otsus juga dirupakan beasiswa untuk anak-anak Papua sehingga mereka bisa melanjutkan sekolah sampai SMA, bahkan bagi yang berprestasi bisa lanjut ke perguruan tinggi. Dengan pendidikan yang tinggi maka mereka bisa melamar CPNS atau di perusahaan swasta, sehingga gajinya cukup besar dan kehidupannya makin membaik.

Keterkaitan antara dana Otsus dengan kesejahteraan masyarakat juga terjadi ketika ada pembangunan infrastruktur berupa jalan raya dan jembatan. Ketika infrastruktur darat sudah memadai maka banyak daerah di Papua yang bisa dicapai via mobil atau truk, sehingga tak lagi 100% mengandalkan transportasi udara yang biayanya mahal. Jadi, ongkos kirim bisa ditekan dan harga barang turun, serta membahagiakan rakyat Papua.

Selain memakmurkan dan mencerdaskan rakyat Papua, Otsus juga ampuh dalam mengatasi masalah sosial di Bumi Cendrawasih. Penyebabnya karena dalam UU Otsus disebutkan bahwa peran rakyat Papua diperbesar dan mereka diperbolehkan untuk turut membangun serta mengatur daerahnya sendiri. Majelis Rakyat Papua (MRP) adalah salah satu buktinya.

Jika di Papua diatur oleh warga aslinya (karena di dalam peraturan Otsus juga diwajibkan bahwa gubernur, wagub, walikota, bupati, dan wakilnya adalah OAP- orang asli Papua), maka pendekatan ke warga sipil akan lebih mudah. Mereka mengerti karakter orang di Bumi Cendrawasih seperti apa (walau berbeda suku) sehingga pendekatan sosialnya akan lebih mudah. Dengan begitu akan mensukseskan pembangunan rakyat Papua.

Keberadaan Otsus sangat didukung oleh rakyat Papua dan mereka menyetujui Otsus jilid 2 tahun 2021, karena pembangunan di Bumi Cendrawasih harus dilanjutkan. Jangan sampai proyek jadi terbengkalai gara-gara Otsus diberhentikan. Otsus memiliki banyak menafaat, terutama di bidang ekonomi, sehingga wajib untuk terus diperpanjang.

Otonomi khusus adalah jalan tengah untuk menyelesaikan permasalahan di Papua, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pendidikan. Dengan dana Otsus yang mencapai triliunan rupiah maka rakyat makin sejahtera dan kehidupannya makin membaik.

Alfred Jigibalom, Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER