Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Jatuh Ke Jurang 20 Meter, Kakek Ditemukan Tewas Mengenaskan

  • 22 November 2021
  • 22:50 WITA
  • Bangli
  • Dibaca: 949 Pengunjung
suaradewata.com

Bangli, suaradewata.com - Nasib naas dialami I Wayan Burut  asal Banjar Sekardadi, Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Bangli. Pasalnya, Minggu (22/11/2021 sekitar pukul 13.00 wita, kakek berumur 80 tahun itu justru  ditemukan tewas mengenaskan didasar jurang dengan kedalaman 20 meter. 

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta saat dikonfirmasi Senin (22/11/2021), membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Dikatakan, pasca menerima laporan pihak  bersama tim medis telah turun ke lokasi membantu evakuasi korban dan melakukan visum luar. “Dari tubuh korban ditemukan adanya luka lecet pada tangan dan lebam pada kaki dan tubuh.  Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,”sebutnya.

Kronologis kejadian, kata Sarta, sebelum kejadian istri korban melihat korban pergi ke kebun.  Namun sampai pukul 11.30 wita korban tidak ada pulang. "Biasanya pukul 09.00 wita, korban sudah pulang untuk makan," sebutnya. Karena cemas, saksi meminta cucunya I Putu Restu mencari dan melihat kakeknya ke kebun.  Sesampainya di kebun saksi tidak menemukan korban, kemudian saksi kembali pulang dan mengajak ibu saksi untuk ikut mencari kembali ke kebun. Saat itu saksi melihat ada bekas potongan bambu dan setelah melihat ke arah jurang saksi melihat korban dalam posisi kepala tersangkut pada pohon bambu di jurang. “Saksi kemudian meminta pertolongan warga. Atas kejadian tersebut keluarga melaporkan peristiwa tersebut ke Kantor polisi untuk penanganan lebih lanjut,”ujar Sarta. 

Sementara hasil pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kintamani VI, Ni Made Sumiati, pada tubuh korban ditemukan luka lecet pada tangan kanan korban dan tidak ditemukan luka lain atau kekerasan fisik. “Diduga korban meninggal karena jatuh dari jurang dengan kedalaman 20 meter. Dan, pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah,dan menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan,”pungkasnya. ard/red

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER