Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Bertato dan Pernah Ditindik, Terancam Putus Kontrak, Security Angkasa Pura Ngadu ke Nyoman Parta

  • 22 November 2021
  • 15:35 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 2651 Pengunjung
istimewa

Denpasar, suaradewata.com – Pada Umanis Kuningan, atau sehari setelah Hari Raya Kuningan Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta didatangi puluhan orang security Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (21/11/2021).Mereka mengaku mewakili ratusan rekan-rekan mereka yang terancam kehilangan pekerjaan karena kontraknya tidak dilanjutkan oleh pihak Angkasa Pura Sufort PT APS anak perusahan dari PT Angkasa Pura 1. Mereka kecewa dan resah karena adanya SE dari Angkasa Pura 1 sebagai pemberi kerja yaitu salah satu syaratnya adalah tidak bertatto dan tidak pernah ditindik.

Menurut Wayan Suatrawan dan Agus Amik Santosa yang mengkoordinir teman-temannya sesama Security mengatakan  bahwa mereka adalah Security Avsec yang sudah bekerja di Airport selama 13 hingga 20 tahun lamanya dan tidak pernah ada masalah. Dimana mereka sudah bertatto dan pernah bertindik saat sebelum menjadi Security Avsec. "Dan kami memiliki Lisensi," tegasnya.

Ditambahkannya jika mereka mewakili 136 orang security dan informasi yang mereka dapat  jumlah security yang terancam tidak dilanjutkan kontraknya adalah lebih dari 300 orang.

Sebagai salah satu anggota dewan yang bermitra tugas dengan Kementerian BUMN, Parta sangat menyayangkan adanya aturan tersebut. "Bagi saya lucu terancam diberhentikan kontraknya karena alasan bertatto dan pernah bertindik," tegasnya.

Menurutnya alasan bertato dan ada bekas tindik dalam situasi sekarang sudah tidak relevan karena mereka sudah ada bertatto dan pernah bertindik pada saat awal menjadi Security Avsec.

 "Lagipula tattonya juga tidak terlihat ketika menggunakan seragam. Masak gara-gara gambar burung kecil dilengan tidak dilanjutkan kontraknya," imbuhnya.

Terlebih kondisi saat ini justru ketika AP 1 Ngurah Rai mulai ada pemasukan karena wisatawan domestik terus beranjak bangkit. "Dan ketiga agak lucu dan cendrung diskriminatif  persyaratan tidak bertatto dan pernah ada tindik. Hanya untuk mereka tenaga kontrak saja, sedang di Angkasa Pura 1 banyak juga Security yang sudah jadi tenaga tetap juga memiliki tatto," sambungnya.

Dan keempat, mereka yang terancam tidak dilanjutkan kontraknnya sebagian besar adalah warga lokal Bali dan rata-rata sudah berkeluarga dan punya anak "saya menduga rencana ini untuk menghindari  beban pembayaran BPJS  dan kemudian merekrut tenaga baru  yang masih muda," lanjutnya.

Maka dari itu pihaknya akan menyampaikan kepada APS dan  pihak  Angkasa Pura 1 serta juga Kementerian BUMN untuk meninjau persyaratan tersebut. "karena tidak adil, cenderung  diskriminatif dan tidak manusiawi," pungkasnya. Sementara dipihak lain, pihak angkasa pura 1 belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini.  rls/ayu


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER