Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pembangunan Infrastruktur Naikkan Ekonomi Rakyat Papua

  • 18 November 2021
  • 07:45 WITA
  • Nasional
  • Dibaca: 1025 Pengunjung
google

Opini, suaradewata.com - Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Papua. Akselerasi pembangunan tersebut bertujuan untuk menaikkan  perekonomian rakyat.

Apa yang Anda ingat tentang Papua? Sebagian orang mengenal Papua sebagai tempat eksotis dan penuh dengan keindahan alam. Sebagian lagi terkenang akan Raja Ampat, yang menjadi tempat wisata hits dan menjadi favorit, baik turis lokal maupun asing. Papua sedang berbenah dan mencitrakan diri sebagai tempat traveling yang bisa dikunjungi pasca pandemi.

Akan tetapi pariwisata harus didukung oleh infrastruktur, karena jika jalanan rusak atau jembatannya tidak kuat, para turis akan malas untuk berkunjung lagi ke sana. Oleh karena itu pemerintah mengebut untuk membangun berbagai infrastruktur seperti jalan raya dan jembatan yang representatif. Sehingga wisatawan akan merasa nyaman.

Jika infrastruktur sudah terbangun dengan baik maka akan berdampak pada kunjungan para turis. Mereka akan kembali lagi ke Papua, bahkan membawa kawan-kawan dan keluarganya. Pariwisata di Bumi Cendrawasih akan buka lagi,  dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Keadaan perekonomian rakyat akan kembali menggeliat dan dimulai dari bergeraknya sektor turisme.

Selain untuk kenyamanan para turis, pembangunan infrastruktur akan meningkatkan kondisi finansial rakyat Papua, juga di Yapen. Daerah ini terdiri dari kepulauan sehingga pembangunan infrastruktur sangat penting. Jika tidak ada jembatan, bagaimana cara menghubungkan antar wilayah? Dengan rakit pun agak susah karena tergantung dari cuaca dan alam.

Infrastruktur yang baru berdiri di Yapen adalah Jembatan Sumboy yang panjangnya 80 meter. Jembatan itu menghubungkan antara Distrik Kosiwo dan Yapen Barat, dan memudahkan mobilitas rakyat. Banyak yang terbantu akan hadirnya jembatan ini karena tidak perlu bingung bagaimana cara menyebrangi sungai yang berarus deras.

Jika sudah ada jembatan maka penduduklah yang diuntungkan karena mobilitas mereka jadi terbantu. Mereka bisa ulang-alik ke Distrik Kosiwo ke tempat lain, dan memanfaatkan kekuatan sang jembatan. Jika mobilitas cepat maka hemat waktu dan membuat warga sipil jadi senang, karena urusan jadi lancar.

Urusan yang juga lancar adalah distribusi barang-barang, sehingga perdagangan masyarakat juga jadi lancar. Jika pasokan barang tidak tersendat (karena faktor cuaca atau yang lain), maka pebisnis akan makin semangat berjualan, karena pembelinya juga selalu repeat order. Mereka akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda dan akhirnya perekonomian di Papua naik. Semua ini berkat hadirnya jembatan di Yapen.

Efek domino positif seperti inilah yang diharapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, mereka tidak segan mengucurkan dana yang cukup banyak, demi membangun jembatan, jalan, dan infrastruktur lain. Penyebabnya karena sudah terbukti menguntungkan masyarakat dan menaikkan kondisi finansial rakyat Papua.

Apresiasi memang patut diberikan setelah jembatan dibangun, karena di masa pandemi ini bukan berarti proyek-proyek infrastruktur mandek. Justru untuk mengatasi dampak pandemi maka pembangunan diteruskan. Sehingga bisa memperlancar mobilitas dan menaikkan kondisi perekonomian warga Papua.

Masyarakat selalu mengapresiasi pembangunan jembatan, karena selain meningkatkan finansial, juga sebagai bentuk perhatian  pemerintah pusat kepada rakyat Papua. Di era pemerintahan Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur dilakukan secara merata, dari Sabang sampai Merauke. Juga menunjukkan azas keadilan serta mengimplementasikan pancasila.

Pembangunan infrastruktur di Papua sangat berpengaruh di bidang perekonomian. Jika infrastruktur berupa jalan dan jembatannya bagus, maka mobilitas jadi lancar. Masyarakat bisa berkendara dengan aman, nyaman, dan cepat, sehingga bisnis mereka juga jadi lancar. Kita patut mengapresiasi langkah pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur di Papua.

Robert Patiray, Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Medan


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER