Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Begini Kekecewaan Kubu Zaenal Tayeb Soal Tuntutan JPU

  • 17 November 2021
  • 17:50 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1268 Pengunjung
Suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Sebagaiamana diberitakan bahwa mantan Promotor Tinju, Zaenal Tayeb oleh JPU Kejari Badung dituntut pidana penjara selama 3 tahun. Itu dibacakan secara virtual dalam sidang yang diketuai Hakim Wayan Yasa, SH.,MH.

Terkait tuntutan tersebut, pihak Zaenal Tayeb akan mengajukan plaedoi atau pembelaan pada agenda sidang berikutnya. Pun demikian, rasa kecewa tetap "gondok" di kubu Zaenal Tayeb.

Diungkapkan Mila Tayeb selaku kuasa hukum Zaenal Tayeb soal kasus dugaan memberikan keterangan palsu dalam akta outentik dan penipuan. Dimana pada sidang sebelumnya, JPU terkesan "membujuk" Zaenal Tayeb untuk berdamai dan mencoba memediasi untuk menyudahi masalah ini hingga tidak sampai ke meja hijau.

"Tyang (saya) sangat terkejut dan kecewa atas tuntutan jaksa sekian, padahal dalam pemeriksaan terdakwa di persidangan jaksa malah menyarankan terdakwa mediasi, sedangkan mediasi hanya ada dalam ranah perdata," ungkap Mila Tayeb pada Rabu (17/11).

Bahkan kata Mila, dalam sidang sebelumnya, sejumlah pengamat baik dari yang didatangkan oleh JPU secara tegas menyebut jika ini adalah kasus perdata.

"Maka tidak selayaknya kasus perdata masuk ke ranah pidana dengan melakukan pemenjaraan terhadap Zaenal Tayeb," tegasnya.

Sebelumnya Tim jaksa penuntut umum (JPU) Imam Ramdhoni dkk,  menyatakan Zainal Tayeb terbukti bersalah melakukan tindak pidana memasukkan keterangan palsu pada akta  autentik sebagaimana dibeberkan dalam  dakwaan kesatu. 

“Sesuai fakta-fakta di persidangan, berdasarkan keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa dan kesesuaian alat bukti yang diajukan di persidangan, penuntut umum berpendapat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 266 ayat (1) KUHP,” kata jaksa.

Menariknya, Zaenal Tayeb justru menjawab dengan senyuman begitu JPU membacakan tuntutannya. “Ya saya nggak apa-apa, saya serahkan pada pengacara saya,”ucap pengusaha asal Makasar yang menetap di Legian, Kuta.

Masih dalam lingkaran kasus yang sama, Mahkmah Agung (MA) pada 3 November 2021 telah memutus menolak kasasi jaksa atas putusan bebas PN Denpasar pada terdakwa Yuri Pranatomo. 

Yuri yang perupakan karyawan dari pelapor sebelumnya dilaporkan oleh bosnya sendiri, Hedar Giacomo Boy Syam dengan tuduha  memasukkan keterangan palsu dalam akta 33, terkait kerjasama antara Zainal Tayeb dengan Hedar dalam pengelolaan dan penjualan perumahan di Cemagi, Badung. Oleh jaksa Agung Teja dari Kejari Badung, Yuri dituntut 2 tahun penjara. 

Majelis hakim PN Denpasar yang diketuai Hari Supriyanto tidak sependapat dengan jaksa dan memutus bebas murni. Atas putusan ini, jaksa ajukan kasasi namun kembali ditolak oleh majelis hakim MA yakni Hidayat Manau, Brigjen TNI Sugeng Sutrisno dan Burhan Dahlan.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER