Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Kapolres Badung Tanam Bibit Tomat dan Timun di Belok Sidan Petang

  • 17 November 2021
  • 17:20 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1286 Pengunjung
suaradewata

Badung, suaradewata.com - Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes menanam bibit tomat dan timun di areal Ladang Subak Abian Buana Sari Banjar Belok Desa Belok Sidan Kecamatan Petang, Selasa, (16/11/2021). Kegiatan tersebut dalam rangka ketahanan pangan nasional di masa pandemi Covid-19 di wilayah hukum Polsek Petang.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan kegiatan ini merupakan program yang dibuat untuk mendekatkan diri  kepolisian kepada masyarakat. Yang artinya pendekatan kepolisian kepada masyarakat ini merupakan bentuk dalam rangka menjaga Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) dengan tujuan 3 hal. Yakni pertama negara hadir kepada masyarakat, kedua polisi hadir di masyarakat untuk mendapatkan informasi sekecil apapun dan ketiga mencegah sedini mungkin adanya gangguan Kamtibmas.

"Kami memang mencari lahan tidur yang tidak produktif sehingga menjadi lahan produktif dan membawa sesuatu manfaat kepada masyarakat. Kenapa pendekatan dengan berkebun karena situasi sekarang ini situasi Covid-19 dan berjalan lurus dengan pemerintahan dengan ketahan pangan," kata AKBP Dedy Defretes.

Kapolsek Petang AKP Ketut Gita menambahkan, dipilihnya lahan ini di Banjar Belok karena lahan ini lama tidak dimanfaatkan oleh warga untuk berkebun, sehingga menjadi lahan tidur. Untuk itu, jajaran Kepolisian Sektor Petang memilih lahan ini agar bisa dimanfaatkan menjadi lahan yang produktif. 

"Karena disini ada lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif, akhirnya kami membantu memberikan tenaga untuk pengolahan lahan tersebut menjadi lahan produktif dan juga membantu pembibitan, perawatan dan hasilnya nanti dikembalikan ke warga pemilik lahan tersebut," imbuh AKP Gita.

Kapolsek Petang menjelaskan, karena kurangnya modal dari pemilik lahan untuk berkebun, sehingga membiarkan lahannya menjadi lahan tidur. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 para petani kendalanya di modal dalam menggarap lahan miliknya. 

"Kendala petani kurang modal untuk mengubah lahan tidur ke lahan produktif. Sehingga memerlukan banyak biaya bagi petani seperti pupuk, bibit, dan penggemburan tanah yang memerlukan biaya untuk tenaga yang menggarap. Jadi Itu kendala petani," jelasnya. 

Untuk diketahui, jumlah bibit yang ditanam adalah 4000 bibit timun dan 5000 bibit tomat  dengan luas lahan 30 are.ang/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER