Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Ajang World Superbike Menstimulus Pertumbuhan Ekonomi

  • 12 November 2021
  • 21:40 WITA
  • Nasional
  • Dibaca: 1261 Pengunjung
Sumber Foto : Google

Opini,suaradewata.com - World Superbike yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, NTB, akan sangat fantastis karena masyarakat mendapatkan hiburan di tengah masa pandemi. Selain itu, event internasional ini diyakini akan  menstimulus pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi virus Corona.

Masa pandemi membuat perekonomian luluh lantak dan sektor pariwisata termasuk yang kena getahnya. Pasalnya kunjungan dari turis luar negeri berkurang drastis, dan berpengaruh besar terhadap perekonomian. Pemerintah berusaha keras mengatasinya dengan banyak jurus, termasuk melanjutkan pembangunan di seluruh Indonesia.

Salah satu yang sudah sukses dibangun adalah sirkuit Mandalika yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Jokowi. Bahkan beliau menjajal sendiri kekuatan aspalnya dengan naik motor balap. Sirkuit ini sangat penting karena menjadi tempat berlangsungnya world Superbike, yang dimulai tanggal 19 November 2021.

World Superbike adalah ajang yang sangat penting, karena ia bukan sekadar balapan yang jadi ajang pamer kekuatan. Akan tetapi acara ini bisa menaikkan kembali sektor perekonomian di Indonesia, khususnya di NTB. Direktur Keuangan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nugdha Achadie menyatakan bahwa balapan motor di The Mandalika akan memberi multiple effect, baik di bidang pariwisata maupun ekonomi.

Nugdha melanjutkan, nilai ekonomi yang didapat berkat World Superbike bisa mencapai 500 miliar rupiah dan serapan kerjanya 7.945 orang. Dalam artian, sebelum balapan dimulai pun Sirkuit Mandalika sudah menguntungkan secara finansial karena memberi sumber rezeki bagi para pekerjanya.

Kunjungan wisatawan ke Lombok juga diprediksi naik sebanyak 19% ketika ada World Superbike, sehingga akan membangkitkan lagi sektor pariwisata. Hotel dan penginapan yang semula sepi akan kembali dikunjungi turis lokal maupun asing, begitu pula cafe dan rumah makan. Naiknya kunjungan ini tidak perlu dikhawatirkan karena pariwisata dibuka dengan syarat vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, sektor UMKM di Lombok akan tertolong, karena tak kurang dari 3.000 pengusaha level kecil dan menengah sibuk menyiapkan suvenir untuk World Superbike. Kegiatan perekonomian di sana akan menggeliat lagi dan perlahan bangkit pasca dipukul oleh serangan corona.

Saat UMKM bangkit maka perekonomian Indonesia juga bangkit, karena UMKM adalah tulang punggung finansial negara. Dengan begitu, kita bisa menyehatkan kembali keuangan negara dan tidak akan terjembab dalam resesi. Oleh karena itu, World Superbike adalah awal yang bagus untuk memulai kebangkitan finansial negara.

Masyarakat mengapresiasi balapan di sirkuit Mandalika karena acara ini berlevel internasional, sehingga menjadi hiburan untuk mencerahkan masa pandemi. Selain itu, mereka juga bangga karena ada balapan kelas dunia yang diadakan di Indonesia, sehingga meningkatkan pride atas negeri ini.

Jika World Superbike disiarkan langsung, baik melalui TV maupun internet, maka akan disorot oleh banyak penonton, termasuk dunia internasional. Mereka bisa menyaksikan serunya balapan, sambil melihat betapa indahnya alam Lombok. Jadi mereka akan merencanakan kunjungan selanjutnya ke sana karena melihat eksotisme alamnya.

Oleh karena itu kita patut mendukung kelancaran World Superbike dan kalau bisa memviralkan lomba ini di media sosial. Tujuannya agar makin banyak yang mengetahui balapan ini dan acaranya jadi mendunia. Sehingga makin banyak pula yang menontonnya, dan akhirnya terjadi efek domino positif ke perekonomian Indonesia.

Ajang World Superbike merupakan acara penting dan menjadi sebuah loncatan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia. Sektor pariwisata akan bangkit, terutama di Lombok, karena turis asing akan berbondong-bondong datang untuk nonton balapan kelas internasional secara langsung.

Syarifudin, Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER