Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Ombudsman Turun Tangan Soroti Persoalan Rekrutmen Kaur Desa Yangapi

  • 28 Oktober 2021
  • 17:30 WITA
  • Bangli
  • Dibaca: 1714 Pengunjung
Ombudsman wilayah Bali saat turun ke Desa Yangapi dan Ke Kantor Camat Tembuku untuk melakukan klarifikasi

Bangli, suaradewata.com - Ombudsman wilayah Bali akhirnya turun tangan menyikapi berlarut-larutnya proses rekrutmen  salah satu Kepala Urusan (Kaur) di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku,  Bangli  yang sampai saat ini hasilnya "digantung" oleh Perbekel Desa Yangapi. Untuk memperjelas persoalan tersebut, tim Ombudsman langsung turun ke Desa Yangapi dan Ke Kantor Camat Tembuku untuk melakukan klarifikasi, Rabu (27/10/2021).

Hal ini diakui Camat Tembuku Ida Bagus Suandi saat dikonfirmasi awak media. Kata dia,  Ombudsman Bali turun untuk melakukan klarifikasi terkait permasalahan yang membuat proses rekrutmen kaur di Desa Yangapi, berlarut-larut. “Permintaan untuk melakukan  klarifikasi telah dilayangkan tanggal 5 dan 12 Oktober lalu. Namun  baru ini tim turun melakukan klarifikasi,”jelasnya.

Disebutkan, tim pertama  turun ke Desa Yangapi untuk bertemu dengan pihak Perbekel, BPD dan pihak panitia rekrutmen. Setelah itu,  pihak Ombudsman baru menemui dirinya, dan meminta informasi berkaitan proses rekrutmen Kaur di Desa Yangapi. “Kita telah memaparkan dari awal hingga proses permohonan rekomendasi pihak Perbekel terkait calon rangking 5 dan 10 yang diajukan pak Mekel,”katanya.

Selain meminta keterangan secara lisan, jelas IB. Suandi, tim Ombudsman juga  telah membawa  salinan dokumen terkait proses rekrutmen Kaur di Desa Yangapi. “Saat ini mereka akan melakukan kajian hingga diturunkannya rekomendasi. Dan, kita saat ini masih menunggu rekomendasi itu,”jelasnya.

Disinggung test uji kompetensi yang akan diulang dilakukan Perbekel Desa Yangapi, jelasnya, pihaknya telah bersurat ke Perbekel untuk melakukan penundaan test  itu.  Surat dari camat itu, juga telah dipertegas dengan turunnya surat perintah dari pihak Dinas PMD, yang intinya tes uji kompetensi itu ditiadakan, karena proses rekrutmen sebelumnya sudah sesuai dengan aturan yang ada.  Selain itu, juga sudah adanya surat pernyataan keberatan dari salah satu peserta yang dilayangkan pihak BPD Yang Api dan juga disampaikan Camat Tembuku. “Meski telah ada surat perintah  dari PMD, serta adanya keputusan penundaan dar BPD terkait uji kompetensi itu. Toh, perbekel tetap melaksanakannya,”jelas IB. Suandi.

Sementara soal hasilnya, jelasnya, pihak Perbekel tetap "memengkung" tanpa dasar yang jelas mengajukan calon yang notabene menempati rangking 5 dan 10. “Atas hasil ini kami tetap belum melakukan rekomendasi, “ujarnya. Dalam hal ini, pihaknya berharap proses rekrutmen ini tidak boleh berlarut-larut. Secepatnya harus ada keputusan, apakah menolak atau menerima. Kalau diambil keputusan menolak alasanya apa, sementara kalau menerima alasannya apa. “Kita dengan instansi terkait akan menggelar rapat untuk ambil keputusan. Namun tetap menunggu hasil rekomendasi Ombudsman,”pungkasnya.ard/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER