Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Kawal Keluhan Petani, Kadek Suastiari Berencana Usulkan Perda Inisiatif 

  • 15 Oktober 2021
  • 17:45 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1348 Pengunjung
Ni Luh Kadek Suastiari

Badung, suaradewata.com - Sebagai wakil rakyat sudah kewajibannya untuk menyuarakan dan mengawal dari pada aspirasi masyarakat. Seperti halnya yang terjadi di wilayah Kecamatan Abiansemal, Dewan Ni Luh Kadek Suastiari pun sering menyuarakan segala bentuk kepentingan masyarakat. Kini, Kadek Suastiari lebih fokus menyelesaikan permasalah para petani di lapangan. 

"Sejak dilantik memang tiyang sering turun menyerap aspirasi dari masyarakat se-Kecamatan Abiansemal. Yang sering saya temukan adalah keluhan para petani terkait hasil panen dengan harga murah," ungkap Kadek Suastiari.  

Kadek Suastiari yang baru menjabat sekitar 6 bulan menjadi Dewan setelah Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Ida Bagus Sunarta karena meninggal dunia ini lebih fokus mengawal aspirasi masyarakat mengenai keluhan petani. Dan yang menjadi atensi utama adalah di bidang infrastruktur dan pertanian yang menjadi atensi penuh oleh dirinya.  

"Untuk di infrastruktur ada beberapa yang sudah tiyang turun banyak tiyang dapat sekali aspirasi, ada senderan yang rusak sekali dan sudah tiyang atensi. Selama saya menjabat siap mengawal segala keluh kesah masyarakat," ujarnya. 

Lebih lanjut dia mengatakan, keluhan yang sering ditemukan di lapangan dari para petani adalah ketika panen harganya murah. Dan para petani banyak menangis dengan harga murah karena ada tengkulak-tengkulak seperti dimonopoli oleh oknum-oknum dari pada pembeli padi itu. 

"Menurut saya Pemerintah harus turun dari Dinas Pertanian dan Perdagangan harus turun memberikan standar harga pada pembeli padi atau tengkulak untuk tidak mematikan harga petani tersebut. Jadi ada pengawasannya dan pengawasannya harus dilakukan oleh dinas terkait," kata wanita asal Desa Blahkiuh ini. 

Mengenai keluhan dari para petani tersebut, dirinya pun masih mengumpulkan data di lapangan apa saja yang menjadi kendala oleh para petani. Sehingga akan direncanakan diusulkan dibuatkan Peraturan Daerah (perda) guna mengatasi keluhan dari para petani itu sendiri. 

"Kita masih menggodog mempelajari dibawah dan mendapatkan data datanya baru diusulkan pembuatan Perda inisiatif untuk pendampingan terhadap petani dulu dilakukan. Kita dampingi, misalnya ada keluhan petani harga jual padi anjlok karena adanya permainan harga oleh tengkulak. Keluhan petani ini akan diusulkan pada perda insentif. Jadi apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat itu merupakan suatu penghargaan bagi diri saya sendiri," terangnya. 

Sementara, Camat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa saat dikonfirmasi mengenai langkah Dewan mengusulkan adanya perda inisiatif untuk melindungi petani mengatakan ini merupakan langkah yang tepat dan betul-betul inspiratif. Bahwa regulasi tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani, karena tujuan dari Perda tersebut adalah melindungi petani dan menempatkan petani di posisi tawar yang tepat. 

"Memang betul petani membutuhkan nilai tawar yang kuat. Jadi betul betul kami rasakan kehadiran beliau di Abiansemal mampu menampung aspirasi karena memang riil dari aspirasi petani dari masyarakat terbawah," kata Mas Arimbawa.ang/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER