Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Setelah KMHDI, Giliran Peradah Laporkan Gayatri ke Polda Bali

  • 15 Oktober 2021
  • 16:50 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1321 Pengunjung
Ketua Umum Peradah Indonesia I Gede Ariawan, SIP, MIP, didampingi Komang Agus Widiantara, Ketua Peradah Bali, usai dari Mapolda Bali

Denpasar, suaradewata.com – Sehari setelah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) melaporkan Ida Ayu Made Gayatri ke Mapolda Bali. Kini giliran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, secara resmi melaporkan oknum akademisi Universitas Ngurah Rai (UNR) Ida Ayu Made Gayatri, ke Diskrimsus Polda Bali pukul 10.00 Wita, Jumat (15/10/2021).

Pelaporan tersebut terkait postingan dari pemilik akun Gayatri yang menyatakan organisasi Peradah, KMHDI, dan PHDI sebagai organisasi yang berafiliasi dengan Vishva Hindu Parishad (VHP). Sebuah organisasi yang dinyatakan sebagai organisasi teroris sayap kanan yang ada di India.

Video berdurasi 10 menit 18 detik itu diunggah akun Facebook Komponen Rakyat Bali pada Minggu (10/10) pukul 19:00 WIB melalui link https://www.facebook.com/Komponen-Rakyat-Bali-102648711302606/videos/4770218716343305/). 

Ketua Umum Peradah Indonesia I Gede Ariawan, SIP, MIP, didampingi Komang Agus Widiantara, Ketua Peradah Bali, bersama pengurus lainnya, usai melaporkan Polda Bali langsung memberikan keterangan kepada wartawan.

Dikatakan Ariawan, upaya hukum ditempuh lantaran tidak adanya itikad baik dari Gayatri untuk melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka dalam kurun waktu 2x24 jam.

"Kami sudah melakukan pendekatan kepada sodari Gayatri. Namun tidak ada respon dan itikad baik yang disampaikan. Bahkan kami sudah melayangkan surat dan memberi kesempatan 2x24 jam, tapi diindahkan. Terpaksa kami lakukan upaya hukum," ungkpanya di Denpasar.

Ia mengaku sangat menyayangkan pernyataan yang dipandang tidak berdasar dari Gayatri. “Disini ingin kami tekankan dan tegaskan bahwa apa yang dituduhkan oleh sodari Gayatri kepada organisasi kami Peradah Indonesia tidak benar,” tegas Ariawan.

Peradah Indonesia, ditegaskannya merupakan organisasi kepemudaan Hindu tingkat nasional yang sah secara hukum berdasarkan SK Kementerian Hukum dan HAM Nomor: AHU-0000981.AH.01.08/Tahun 2018, yang mengutamakan nilai-nilai Pancasila.

"Pernyataan saudari Gayatri secara langsung telah menimbulkan fitnah, tidak mendasar, dan mencoreng nama baik Peradah Indonesia,” bebernya.

Ariawan menilai bahwa pendapat tidak berdasar semacam ini dapat menjadi benih perpecahan. Pernyataan yang cenderung provokatif itu dipandang bukan saja di internal umat Hindu, tapi juga berpeluang menimbulkan konflik antaragama yang kontraproduktif terhadap visi pembangunan sumber daya manusia Hindu dan kebinekaan.

Dalam laporannya di Polda Bali, dikatakannya terkait dengan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) tentang pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang dituduhkan oleh Ida Ayu Made Gayatri kepada organisasi Hindu di Indonesia.

Menurutnya bilamana Gayatri merespon dengan cepat dan  mengklarifikasi dengan itikat baik, untuk mohon maaf maka pihaknya akan memberikan toleransi dengan berbagai pertimbangan.

"Sebenarnya simpel saja dari kami, cukup dengan materai 10 ribu. Tetapi tetap harus memberikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuk. Soal proses hukum karena sudah berjalan, kami akan kordinasikan dengan pihak kepolisian," tutupnya. mot/red

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER