Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Komisi IV DPRD Tabanan Soroti Rekrutmen PPPK dan LLK yang Memprihatinkan

  • 14 Oktober 2021
  • 21:40 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 925 Pengunjung
Rapat Komisi IV DPRD Tabanan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja

Tabanan, suaradewata.com – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang kedua menjadi sorotan Komisi IV DPRD Tabanan. Selain itu, Komisi IV juga menyoroti kondisi Lembaga Latihan Kerja (LLK) di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan. Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPRD Tabanan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Tabanan, Kamis (14/10/2021) di Ruang Rapat Lantai II Kantor DPRD Tabanan.

Untuk PPPK, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana mengatakan pihaknya mendorong Dinas Pendidikan Tabanan memaksimalkan sosialisasi terkait rekrutmen PPPK sebab saat ini Pemerintah Pusat masih membuka rekrutmen gelombang kedua untuk program ini.

"Disdik harus terbuka terkait program PPPK ini. Bagaimana sistem gelombang kedua ini, apakah ada perubahan. Dan ini sangat penting disosialisasikan kepada guru-guru pengabdi atau kontrak yang punya kesempatan untuk bisa lolos syarat administrasi. Minimal harus terdaftar ke dalam Dapodik," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa rekrutmen PPPK gelombang kedua ini merupakan kesempatan untuk mengangkat status tenaga pendidik. Sebab rekrutmen PPPK ini merupakan kesempatan untuk mengatasi persoalan kekurangan guru yang selama ini dihadapi.

Memang, mengenai rekrutmen PPPK ini merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, sehingga pihaknya tidak akan mengintervensi. Dan berdasarkan data yang disampaikan oleh Disdik Tabanan pada gelombang pertama ada total 1.171 orang pendaftar, namun yang lolos hanya 450 orang.

Disamping itu, pihaknya juga menyoroti soal Lembaga Latihan Kerja atau LLK di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, milik Dinas Tenaga Kerja Tabanan yang kondisinya memprihatinkan. Sehingga pihaknya berencana meninjau langsung LLK tersebut. Bangunannya disebut tixak representatif lagi karena kerusakan pada beberapa bagian gedungnya. Parahnya, kondisi ini lah yang digadang-gadang menjadi salah satu alasan upaya untuk memperoleh sejumlah program dari Pemerintah Pusat sering kali gagal. ayu/red

 

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER