Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pertanyakan Kasus Desak Made, LBH Paiketan Krama Bali Temui Kapolda Bali

  • 14 Oktober 2021
  • 18:25 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1115 Pengunjung
Kapola Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra saat menerima LBH Paiketan Krama Bali

Denpasar, suaradewata.com - Guna mempertanyakan status hukum kasus dugaan penistaan Agama Hindu oleh Desak Made Darmawati (DMD), LBH Paiketan Krama Bali, menemui Kapola Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kamis (14/10/2021)

LBH Paiketan Krama Bali merasa perlu keterangan langsung dari Kapola Bali tentang perkembangan status hukum kasus tersebut karena sering mendapat pertanyaan dari masyarakat Bali.

Hal itu disampaikan Pembina LBH Paiketan Krama Bali, Brigjen Pol (Purn)  Drs. Dewa Made Parsana, M.Si didampingi Ketua LBH Paiketan, I Wayan Gde Mardika, S.H, M.H, Ketua 3 (Divisi Pawongan), I Made Perwira Duta, S.S, CHA;  Direktur Eksekutif Paiketan, Ir. Nyoman Merta, M.I. Kom ketika bertemu dengan Kapolda Bali, Putu Jayan Danu Putra.

Menurut Dewa Parsana, LBH Paiketan Krama Bali siap bekerjasama dengan Polda Bali jika ada keterangan yang diperlukan oleh pihak Polda Bali terkait dugaan kasus penistaan Agama Hindu oleh  Desak Made Darmawati. Ketua LBH Paiketan Krama Bali, I Wayan Gede Mardika menambahkan, penjelasan langsung dari Kapolda Bali sangat dibutuhkan oleh umat Hindu karena kasus dugaan penistaan Agama Hindu ini telah berlangsung lebih dari empat bulan, namun belum ada penetapan tersangka. “Sedangkan kasus penistaan terhadap agama lain pelakunya langsung ditangkap dan ditetapkan tersangka hanya berselang beberapa  hari, sementara kasus dugaan penistaan agama Hindu oleh DMD ini telah cukup lama belum juga ada penetapan tersangka apalagi penangkapan” ujar Mardika.    

Menanggapi hal itu, Kapolda Bali, Putu Jayan Danu Putra menegaskan, sejak munculnya kasus tersebut Bulan April 2021, pihaknya telah menerima tiga pelapor dengan delapan saksi, semuanya sudah diperiksa pada Mei lalu. “Karena lokus dan tempus kasus itu ada di Jakarta, maka sesuai peraturan kepolisian, kami limpahkan penanganan kasus tersebut ke Mabes Polri pada 24 Juni 2021 lalu” ungkapnya. Putu Jayan menambahkan, sekitar 2 minggu lalu pihaknya sudah menerima tim dari Mabes Polri ke Bali guna mengumpulkan data dan fakta terkait kasus Desak Darmawati termasuk pentingnya menyertakan saksi ahli. Pihak dari Kapolda Bali terus memantau perkembangan penanganan hukum kasus tersebut dan berharap Mabes Polri segera menetapkan tersangka. Saat ini, menurutnya, pihak Mabes Polri masih terus melakukan penyidikan. “Secara pribadi, selaku umat Hindu, saya juga merasakan keinginan masyarakat Bali supaya kasus penistaan Hindu tersebut cepat terselesaikan” ujarnya. rls/red


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER