Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Karyawan Hedar Akui Menyusun Draf Akta Tanah yang Dijual Zaenal

  • 12 Oktober 2021
  • 19:25 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1263 Pengunjung
suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Dua saksi kunci dihadirkan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan yang menjerat mantan promotor tinju, Zaenal Tayeb. Dua saksi adalah korban Hedar Giacomo Boy Syam dan Yuri Pranatomo, karyawan PT Mirah Property milik Header.

Dalam kesaksiannya dihadapan Ketua Majelis Hakim I Wayan Yasa, saksi Yuri yang lebih awal dimintai keterangannya secara virtual mengakui jika dirinyalah yang membuat salinan dari susunan draf atas sertifikat tanah yang dijual oleh terdakwa Zaenal Tayeb kepada bosnya, Hedar.

Setelah draf diketik selanjutnya, kesaksian Yuri diserahkan pada notaris FX Harry Prastawa. “Yang menyuruh membuat draf akta 33 itu pak Hedar dan Pak Zainal,” aku Yuri.

Untuk seterusnya kata Yuri sudah tidak mengikuti perkembangan selanjutnya. Karena dirinya sudah tidak lagi dipekerjakan  di perusahaan milik Hedar.

"Akta itu ditandatangani oleh Hedar dan Zainal dengan saksi staff notaris. Terkait luas tanah 13.700 meter persegi tersebut kata Yuri merupakan turunan dari pemecahan 8 SHM atas hak Zainal Tayeb di Cemagi," bebernya.

Luasnya, dijelaskan Yuri meliputi jalan perumahan, serta fasilitas umum, hanya belum dimasukkan lagi dalam akta. Soal ini, pihaknya mengaku telah meminta ukur ulang ke BPN tapi tak dilakukan. Karena itu, sambung Yuri dalam akta khususnya pasal 9 ayat 2 disebutkan bila ada kekurangan akan diperbaiki (adendum).

Untuk diketahui, Yuri sendiri dalam kasus ini juga dilaporkan oleh Hedar terkait dugaan keterangan palsu ke dalam akta otentik. Namun dirinya yang lebih awal diadili, dinyatakan tidak terbukti secara sah bersalah sebagaimana dalam dakwaan JPU Kejari Badung. Sehingga Ia diputus bebas oleh PN Denpasar.

Sementara itu menurut  saksi Hedar, pihaknya justru telah meminta notaris untuk melakukan perbaikan terkait adanya ketidak cocokan dalam akta. Namun dirinya merasa diabaikan dan seperti dipimpong.

Bahkan ia juga mengaku sudah berupaya melakukan pembicaraan secara kekeluargaan, namun hasilnya nihil. Karenanya Hedar melakukan somasi atas ketidak sesuaian luas tanah di akta 33 dengan 8 SHM atas nama Zainal Tayeb.

“Saya sudah hubungi Pak Zainal katanya disuruh ke notaris, karena buntu saya kirimkan somasi tetap tak diindahkan dan akhirnya saya laporkan ke polisi,”ujar Hedar.

Dalam pengakuannya, Zaenal Tayeb didampingi kuasa hukumnya melalui online di Kejari Badung, mengaku sudah menghubungi Hedar beberapa kali saat itu. Namun akunya kontaknya malah diblokir.

Pihak Dewi Tayeb selaku pemilik saham 20 persen di PT Mirah Bali Konstruksi atau Mirah Bali Property juga menyatakan tidak bisa menghubungi Hedar lagi.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER