Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

DPP Persadha Nusantara Dukung PHDI Pusat Tolak Mahasabha Luar Biasa

  • 20 September 2021
  • 21:35 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1466 Pengunjung
istimewa

Denpasar, suaradewata.com - DPP Persadha Nusantara mendukung sikap tegas PHDI Pusat yang tidak mengakui Mahasabha Luar Biasa PHDI yang dilaksanakan Lembaga Forum Komunikasi (Forkom) Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Se-Indonesia, pada tanggal 18-19 September 2021 di Wantilan Pura Samuan Tiga.

Ketua Umum DPP Sanathana Dharma Nusantara, Gede Pasek Suardika mengatakan, mencermati dan mempelajari perkembangan gerakan sekelompok orang yang terus menerus membangun opini dan narasi “kebencian” kehidupan beragama di internal Hindu di Indonesia atau Hindu Nusantara, yang berujung dengan klaim sepihak telah menyelenggarakan Mahasabha Luar Biasa dengan menghasilkan Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat dan Sekretaris Pengurus Harian PHDI Pusat, periode 2021 - 2026, hal tersebut sangat disayangkan. "Kami nilai sangat merugikan kehidupan beragama di internal Hindu, khususnya dalam menjaga semangat keharmonisan dan kedamaian di internal Hindu yang telah berjalan baik selama ini," ujar Pasek Suardika.

DPP Sanathana Dharma Nusantara menindaklanjuti dengan pernyataan sikap, antara lain : 

1. Mendukung dengan tegas pernyataan sikap resmi PHDI Pusat yang ditandatangani, oleh Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba, Ketua Sabha Walaka I Nengah Dana dan Ketua Umum Pengurus Harian Wisnu Bawa Tenaya pada tanggal 20 September 2021 yang menyatakan “Mahasabha Luar Biasa Parisadha Hindu Dharma Indonesia” yang diselenggarakan oleh Lembaga Forum Komunikasi (Forkom) Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Se-Indonesia, adalah kegiatan Ilegal / Tidak SAH, karena tidak sesuai dengan AD/ART PHDI;

2. Menyatakan prihatin dengan perilaku para petualang politik berbaju kemasan sebagai pejuang Dresta Bali yang ujung-ujungnya merusak keadaban dan etika berorganisasi di internal umat Hindu.

3. Mendukung sikap Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma S.Ip yang mengundurkan diri dari GKHN dan Brigjen Pol (Purn) Drs I Gede Alit Widana,SH.,M.Si, yang mengundurkan diri dari jabatan Ketua Sabha Walaka PHDI “Abal-abal” Hasil Mahasabha Luar Biasa Ilegal/Tidak SAH;

4. Meminta sikap jelas dan terbuka kepada Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia yang disebutkan sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat versi abal-abal tersebut, dan berharap untuk menolak jabatan tersebut agar jangan membuat cacat sejarah di internal umat setelah sebelumnya berhasil menorehkan sejarah positif sebagai KSAU pertama dari umat Hindu;

5. Meminta kepada mereka-mereka yang mengaku pejuang Dresta Bali yang berada dibalik kudeta PHDI ini kembali sadar dan meminta maaf kepada umat Hindu, serta jika berkeinginan ngayah dengan tulus mengikuti agenda resmi Mahasabha PHDI. Silakan berkompetisi disana untuk dipercaya memimpin PHDI oleh para pemilik suara.

"Pernyataan ini kami sampaikan sebagai bagian dari umat Hindu, bangsa dan Negara ini, kami sangat berharap dinamika sosial keagamaan yang terjadi belakangan, dapat terkendali dengan baik, dan semua pihak dapat menahan diri, serta mengendalikan emosi dan prediksi – prediksi Negatif, demi kesejahteraan lahir batin bangsa ini, ketenangan kita bersama, dan tetap menjaga Indonesia yang kita cintai ini," tegasnya.red/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER