Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Kasus Pemotongan Insentif Nakes, Komisi IV Hormati Proses Hukum

  • 14 September 2021
  • 11:40 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1262 Pengunjung
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung Made Sumerta

Badung, suaradewata.com - Mencuatnya dugaan pemotongan insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Badung hingga masuk ke ranah hukum, membuat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung Made Sumerta angkat bicara. Pihaknya sangat menyesalkan jika hal itu benar terjadi, meski demikian Sumerta mengaku menghormati proses hukum dan menunggu adanya pembuktian hukum.  "Karena sudah masuk ke ranah hukum, kita tidak mau berasumsi, saya kira ada pembuktian nantinya mari kita hormati proses hukum,” tegasnya kepada , Senin, (13/09/2021).

Atas kasus yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung tersebut Sumerta berharap bisa terselesaikan dengan baik. Apakah ada pelanggaran administrasi atau bagaimana. Mengingat sudah masuk ke ranah hukum pihaknya mengajak menghormati proses tersebut. “Kalau terbukti kita hormati itu proses hukum. Kita masih menunggu pembuktian dan kita tidak boleh mencampuri proses hukum," ujarnya. 

Sementara, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Badung I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sedang mendalami dugaan tersebut. Saat ini dugaan tersebut sedang didalami di bidang pidsus Kejari. 

"Memang benar bidang pidsus mendalami, dan masih pengumpulan data data," kata Gde Bamaxs kepada media suaradewata.com.

Seperti diberitakan beberapa media lokal Bali bahwa ada dugaan pemotongan insentif nakes dengan jumlah bervariasi. Modusnya yakni uang yang sudah diterima di rekening masing-masing nakes ditarik tunai kemudian dan diserahkan ke oknum. Setelah itu insentif dipotong dan kembali dibagikan ke nakes yang berhak menerima. Nilai pemotongannyapun dikabarkan beda-beda, tergantung jabatan.  ang/red

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER