Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pohon Ratusan Tahun Tumbang, Rusak Pelinggih di Pura Luhur Batur

  • 13 September 2021
  • 20:15 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 1193 Pengunjung
proses pembersihan sisa pohon tumbang di Pura Luhur Batur Samping di Br. Tegal Baleran Desa Dauh Peken

Tabanan, suaradewata.com – Sebuah pohon Gentawas yang diyakini berumur ratusan tahun yang disakralkan oleh pengempon Pura Luhur Batur Samping Tumbang. Tumbangnya pohon Gentawas itu diduga karena samberan petir pada Minggu, (12/09/2021) kemarin. Namun pihak BPBD baru bisa melakukan pembersihan Senin, (13/09/2021) hari ini setelah sebelumnya dilakukan prosesi ngingsiran oleh pihak penglingsir. Akibatnya beberapa pelinggih seperti Bale Piasan Agung, Padma Pasamuan Agung, dan Padma Duur Kaler Batukaru rusak parah, sementara beberapa padma mengalami kerusakan ringan.

Pura Luhur Batur Samping  yang terletak di Br. Tegal Baleran Desa Dauh Peken merupakan pura yang disungsung oleh Pasemetonan Jero Samping Boni, pada pura tersebut terdapat Pohon Gentawas yang dianggap sakral dan diperkirakan umurnya sudah ratusan tahun.

Panglingsir Pura Batur Samping I Gusti Ketut Sudiana menjelaskan kronologi kejadian tumbangnya pohon sakral tersebut bahwa pohon tersebut tumbang sekitar pukul 17.00 wita. Pada saat itu hujan lebat serta angin kencang diisi petir. "tumbangnya jam lima, pas waktu itu hujan lebat angin kencang lalu ada petir, lalu pas petir itu ada suara keras, dan ternyata pohon di Batur Samping tumbang" ungkap Ketut Sudiana. Akibat kejadian beberapa pelinggih seperti Bale Piasan Agung, Padma Pasamuan Agung, dan Padma Duur Kaler Batukaru, selain itu beberapa padma mengalami kerusakan ringan.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menjelaskan bahwa pada saat tumbangnya Pohon Gentawas di Pura Luhur Batur Samping  Tim BPBD langsung turun kelokasi. Namun belum diberikan mengambil tindakan oleh panglingsir pura karena ada ritual pengingsiran yang harus dilakukan dan ritual pangingsiran tersebut baru dilaksanakan Senin, (13/09/2021) sekitar pukul 14.00 wita. "Kemarin saat pohon tumbang tim kami sudah langsung kesini tapi belum diberikan mengambil tindakan karena sebelumnya ada ritual pangingsiran, tadi jam 2 dilaksanakan ritual panginggsiran setelah itu baru kami bergerak" jelas Nyoman Srinadha. bay/red


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER