Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pos Penyekatan Bunutin Bangli Tetap Diperketat, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Ditilang 

  • 11 September 2021
  • 15:40 WITA
  • Bangli
  • Dibaca: 1220 Pengunjung
suaradewata

Bangli, suaradewata.com - Pelaksanaan pengendalian pergerakan dan pengecekan terhadap warga masyarakat yang keluar masuk wilayah Kabupaten Bangli secara intens tetap digelar. Hal ini juga untuk menegakkan kepatuhan  terhadap pelaksanaan PPKM  PPKM level 4 sesuai dengan Surat Edaran Gubernur  Bali (SE) Nomor 11 tahun 2021. SE itu tentang PPKM level 4 COVID-19 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM level 4 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali. 

Bertempat di Pos Penyekatan Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli Satgas III Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) 2021 dipimpin  Kasatgas III Akp I Ketut Suandi , SH melaksanakan operasi yustisi dan pemeriksaan dengan melibatkan 36 Personil Gabungan Kodim 1626 dan Sat Pol PP Kabupaten Bangli, Jumat, (10/09/2021). 

Sasarannya, warga masyarakat yang mengendarai kendaraan bermotor yang masuk maupun keluar wilayah Bangli dengan memeriksa surat-surat kendaraan, identitas diri dan surat tanda telah divaksin maupun suket swab. "Seperti biasa kami melaksanakan pemeriksaan kepada masyarakat yang melintasi pos penyekatan Bunutin terus diperketat. Kali ini kami memeriksa 180 unit kendaraan  dan kendaraan yang di putarbalikan sebanyak 10 unit Kendaraan. Selain itu kami juga menindak 16 pelanggar lalu lintas dengan BB Sebanyak 14 STNK dan 2 SIM," ungkap Kasatgas III KRYD III AKP I Ketut Suandi, SH. 

Hal tersebut, lanjut dia, untuk memberikan efek jera dalam mencegah penularan COVID-19 dan menertibkan lalu lintas dijalan raya untuk kesehatan dan keselamatan bersama. "Kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat. Kami mendapat tanggung jawab untuk melaksanakan tugas penanggulangan pencegahan penularan covid -19 yang sampai saat ini belum hilang," tandasnya. Hal tersebut merujuk ke Pasal 287 Ayat 1 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal 287 itu diketahui mengatur tentang pengendara yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. 

Selain memberikan tindakan berupa tilang juga diberikan teguran lisan yang humanis agar dalam berkendara nantinya tidak lupa membawa surat surat kendaraan yang lengkap untuk keselamatan dijalan raya. "Kami berharap kepada masyarakat agar tetap  mematuhi Peraturan Pemerintah dan mendukung Penerapan PPKM Level 4 serta selalu terapkan pola hidup sehat dengan terapkan Protokol Kesehatan dengan ketat dan tetap patuhi peraturan lalu lintas di jalan raya sehingga nantinya situasi pandemi ini cepat berlalu,"  Imbuhnya.ard/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER