Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Nyoman Parta Terima Pengaduan Masyarakat, Mahalnya Biaya Instalasi Internet Telkom

  • 21 Agustus 2021
  • 23:25 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1788 Pengunjung
istimewa

Denpasar, suaradewata.com - Anggota DPR RI asal Kabupaten Gianyar, Nyoman Parta, mendapat pengaduan masyarakat terkait mahalnya sambungan internet Indihome dari PT Telkom. Padahal, perusahaan plat merah tersebut menjadi salah satu pilihan masyakarat saat pandemi Covid-19 untuk mendukung belajar online.

Nyoman Parta mengatakan, saat pandemi covid-19, anak-anak dituntut untuk tetap belajar walaupun melalui daring (online). Dan salah satu provider sambungan internet rumahan yang menjadi pilihan masyarakat adalah Indihome yang notabene dari PT Telkom. Namun indihome bukannya menyediakan sambungan baru yang murah untuk membantu meringankan beban masyarakat, Indihome malah menaikkan harga sambung baru menjadi Rp 500Ribu. "Ditambah harus berlangganan selama 1 tahun, kalau tidak tuntas 1 tahun kena denda," pungkas anggota Komisi VI DPR RI ini kepada media, Sabtu (21/8).

Menurutnya, akses internet mestinya bisa dijangkau semua kalangan masyarakat bukan masyarakat dengan kantong tebal saja. "Ini saya kira menyalahi cita-cita kita soal kemerdekaan akses digital yang digaungkan pemerintah," tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Parta menyesalkan naiknya harga pemasangan instalasi Wi-Fi yang dilakukan Indihome. "Rakyat lagi susah kenapa harus naik harga pasangnya? Bagaimana dengan orang tua yang anaknya butuh akses internet untuk belajar tapi kemampuan ekonominya terbatas. Mestinya Telkom selaku BUMN yang dibiayai uang rakyat turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa salah satunya dengan meringankan biaya internet," sesal Parta.

Lebih lanjut Parta pun berjanji akan mempertanyakan persoalan tersebut kepada pihak terkait.

"Saya akan mempertanyakan hal ini ke Telkom. Saya akan minta penjelasan mereka, kenapa rakyat dalam keadaan susah masih dibebani juga. Saya kira ini perlu dijelaskan mereka agar anak didik yang orang tuanya dalam keadaan ekonomi terbatas tetap bisa belajar dan meraih cita-citanya tanpa harus dipusingkan dengan beban semacam ini," tandasnya.

Terakhir, Parta mengingatkan agar Telkom dalam menjalankan bisnisnya harus tetap memperhatikan asas keadilan bagi semuanya.

"Kok menaikan harga sambungan ketika pandemi. Harusnya Telkom memberikan discount agar proses belajar menjadi lancar jangan sebaliknya, semena-mena menaikan harga sambungan dari 150 ribu rupiah menjadi 550 ribu rupiah. Lebih-lebih Bali yang sedang sangat terpuruk. Saya meminta agar Telkom meninjau lagi kebijakan ini," pintanya. gus/ari


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER