Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pukul Istri Hingga Tewas, Pria asal NTT ini Dihukum 9 Tahun

  • 11 Juni 2021
  • 19:00 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1208 Pengunjung
suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Rasa kesal yang jadi alasan Paulus Pati Madu (22) pria asal NTT ini nekat mengulangi kembali melakukan KDRT. Dimana sebelumnya Ia harus meringkuk selama 6 bulan penjara. Namun kali ini selama 9 tahun ia harus meringkuk di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Hukuman itu diputuskan di Pengadilan Negeri Denpasar, lantaran melakukan KDRT hingga menyebabkan istrinya meregang nyawa. Korban, Margaretha yang dinikahi secara siri itu tewas akibat  tinju yang mengenai bagian bawah dada sebelah kiri persisnya dekat rusuk kiri.

Hakim Dewa Budi Wadsar,SH.,MH.,yang memimpin jalannya sidang menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23/2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

"Menyatakan terdakwa secara sah bersalah dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 9 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," putus hakim yang dibacakan secara virtual.

Putusan ini dikurangi tiga tahun dari tuntutan hukuman yang diajukan oleh Jaksa Komang Swastini,SH.,yaitu selama 11 tahun penjara. Menanggapi putusan hakim, JPU menyatakan pikir-pikir.

Sebagaimana disampaikan Jaksa dalam dakwaan, peristiwa penganiayaan yang dilakukan terdakwa terhadap wanita yang dinikahinya secara adat sejak Februari 2020 lalu itu terjadi di tempat kosnya Jalan Demak, Gang Lange, Denpasar Barat.

Terdakwa yang sempat dilaporkan ke Polisi merasa sakit hati terhadap korban Margaretha (alm.istri terdakwa). Puncaknya, 8 Desember 2020 pukul 02.00 Wita kembali menganiaya istrinya. 

Kasus ini terungkap setelah korban dilarikan ke RSUP Sanglah karena mengalami sakit di bagian atas perut sebelah kiri akibat pukulan keras dari benda tumpul. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong setelah sempat mendapat pertolongan.

Pihak RSUP Sanglah yang melihat hasil visum diduga akibat kekerasan fisik, langsung menghubungi pihak kepolisian. Saat di interogasi, terdakwa mengakui bahwa memukul korban pada bagian perut.

"Ditemukan luka memar warna kecoklatan dengan panjang 10 cm. Kekerasan benda tumpul itu menyebabkan limpa robek sehingga menimbulkan pendarahan yang menyebabkan kematian,” ujar Jaksa Kejari Denpasar.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER