Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Kemendikbud: Subsidi Kuota Belajar 2021 Akan Berubah, Hanya Ada Kuota Utama

  • 02 Maret 2021
  • 09:30 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1201 Pengunjung
istimewa

Denpasar,suaradewata.com- Memasuki tahun ajaran baru 2021-2022, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim memastikan subsidi kuota internet untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan berlanjut. Namun kuota internet yang diberikan berbeda dari subsidi kuota sebelumnya.

Memasuki tahun ajaran baru, bantuan kuota internet memang sangat dibutuhkan oleh semua pelajar dan mahasiswa untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang masih dilakukan secara online di tahun ini. baru-baru ini Menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim menyampaikan bantuan kuota internet tetap akan dilanjutkan.

"Bantuan subsidi kuota, kabar gembira akan dilanjutkan untuk bulan Maret, April, dan Mei  2021," ucap nadiem  kepada kompascom, Jumat (5/2).

Namun, mekanisme kuota internet nanti akan berbeda dari tahun lalu. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam mengatakan pemerintah hanya akan menyediakan kuota utama saja, tidak ada kuota belajar. 

"Berdasar pengalaman semester lalu, kuota akan disatukan menjadi kuota utama," kata Nizam melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Rabu (24/2).

Kuota utama merujuk pada kuota umum yang bisa digunakan untuk mengakses seluruh platform internet. Tahun lalu, selain kuota umum, Kemendikbud juga menyediakan kuota belajar. Sedangkan kuota belajar hanya bisa digunakan untuk mengakses situs dan aplikasi tertentu penunjang PJJ, seperti situs web kampus, aplikasi belajar, dan platform video konferensi, yang bisa diakses pada laman situs resmi kemendikbud pada http://kuota-belajar.kemendikbud.go.id/.

Untuk diketahui, Tahun lalu kuota belajar yang diberikan lebih besar dibanding kuota umum. Mulai jenjang PAUD hingga universitas, kuota umum yang diterima sama, yakni 5 GB. Sementara kuota belajar yang diterima masing-masing jenjang pendidikan berbeda-beda. Kuota belajar untuk peserta didik PAUD sebesar 15 GB, lalu siswa pendidikan dasar dan menengah mendapat 35 GB. Sementara pendidik PAUD, SD, SMP, SMA, mendapat kuota belajar sebesar 37 GB. Sementara kuota belajar untuk mahasiswa dan dosen yang didapat adalah sebesar 45 GB.

Lebih lanjut, Nizam menjelaskan salah satu pertimbangan kebijakan ini karena pada semester lalu, pemakaian kuota umum lebih banyak ketimbang kuota belajar. 

"Karena pembelajaran juga banyak mengakses bahan belajar dari Internet dan platform-platform umum," imbuhnya.

Nizam tidak merinci berapa besaran kuota utama yang akan didapatkan. Ia hanya mengatakan, besaran kuota akan disesuaikan dengan kebutuhan. Senada dengan Nizam, Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, juga mengatakan bahwa besaran kuota belajar akan berubah. Merza mengatakan saat ini, pembicaraan mengenai besaran kuota masih dibicarakan ATSI dan Kemendikbud.dar/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER