Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Fraksi Golkar DPRD Badung Apresiasi Langkah Pemerintah, Bila Menyimpang Tetap Mengkritisi

  • 27 Februari 2021
  • 09:50 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1447 Pengunjung
Suaradewata

Badung,suaradewata.com - Usai Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa dilantik, Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung apresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Jumat, (26/02/2021). Apresiasi tersebut diberikan kepada Pemkab Badung terkait penanganan Covid-19, seperti halnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang memperbolehkan berjualan sampai jam berapapun asalkan diatas jam 9 malam harus take away.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Shaskara, SE.MM mengatakan, usai Bupati Badung sudah dilantik, sudah barang tentu hal yang menjadi langkah kita bersama adalah penanganan di bidang pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, pihaknya di Fraksi Golkar sudah barang tentu sebagai partai pengusung akan senantiasa tetap ikut bersama untuk komitmen kita menangani pandemi covid-19 terlebih dahulu. Sepanjangan itu menjadi sebuah kepentingan bersama kita untuk masyarakat Badung, dan tidak untuk kepentingan kelompok ataupun yang lainnya.

"Sehingga, hal hal yang menjadi nanti penyelesaian atau penanganan terhadap pandemi apapun itu bentuk stimulusnya, kami di Partai Golkar pasti senantiasa mengapresiasi dan juga barang tentu jika ada hal yang menyimpang juga tidak terlepas juga kami di Fraksi Golkar akan mengkritisinya," kata Gusti Shaskara di ruang kerja Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung, Jumat, (26/02/2021). 

Mengenai PPKM dengan sekala mikro, dari perspektif kami sudah ada dua perspektif, yakni aspek kesehatan dan aspek ekonomi. Gusti Shaskara pun menjelaskan, memang saat ini dibutuhkan sebuah langkah jika mungkin pedagang malam hari posisinya di jam 9 malam untuk dibatasi jaraknya/kerumunan. Tetapi ada kebijakan lebih untuk take away artinya langkahnya mungkin kursi-kursi dihilangkan. 

"Ini memberikan sedikit potensi bagi pedagang nasi Jinggo atau masyarakat yang berkepentingan malam dengan asumsi semuanya dilakukan take away. Sehingga aspek ekonomi sedikit menggeliat untuk potensinya ada di pedagang di malam hari. Dan saya mendukung sepanjang itu konkrit dilaksanakan dalam arti PPKM warung buka jam 9 untuk yang makan di tempat, tetapi lewat dari itu sesuai yang ditentukan dia harus bungkus," jelasnya.ang/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER