Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Menunda Cabut Tempelan dari Bos, Pria ini Akhirnya Dihukum 10 Tahun

  • 26 Januari 2021
  • 16:35 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1350 Pengunjung
suaradewata

Denpasar, suaradewata.com - Puguh Sujarwo (29) jika saja tidak membangkang perintah bosnya OM (DPO) mungkin dia tidak menghadapi ketok palu hakim di PN Denpasar. Iapun harus menerima hukuman selama 10 tahun penjara.

 

 

Hukuman ini sudah lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Ika Lusiana Fatmawati,SH. Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan, pria asal Nganjuk Jatim ini diamankan Satnarkoba Polresta Denpasar Subnit IV Unit 2 Rabu, 12 Agustus 2020 sekira jam 17.30  Wita.

 

Malam sebelumnya, Ia mendapat perintah dari bosnya untuk menempel di lokasi Jalan Bay Pass Ngurah Rai (pinggir gang bagus) Br. Rangkan Sari Desa Suwung Kauh Kecamatan Denpasar Selatan. Beberapa saat kemudian, saat ia sudah tiba di kosnya kembali dihubungi bosnya agar mencabut tempelan tadi. Dengan alasan pembelinya batal.

 

Entah karena sudah larut malam atau ngantuk, terdakwapun memutuskan untuk mengambil keesokan harinya. Sialnya saat mengambil tempelan yang ia taruh semalam, dua anggota Polisi datang menangkapnya. 

 

Saat itu, dua paket klip plastik berisi sabu diamankan. Iapun digiring ke kosnya di Jalan Nusantara No.8 Br. Pesalakan Desa Tuban Kecamatan Kuta. Selain alat bukti penunjang lainnya, polisi menemukan puluhan paket sabu yang ditotal berat seluruhnya mencapai 60 gram lebih. 

 

Oleh Majelis Hakim yang diketuai Made Pasek,SH menjeratnya dengan Pasal 112ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dakwaan Alternatif Kedua Jaksa Penuntut Umum.

 

"Menghukum terdakwa bersalah, menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp.800 juta subsider tiga bulan penjara," Ketuk Palu Hakim Pasek di persidangan secara online, Selasa (26/1/2021).mot/utm

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER