Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Tak Punya Jaminan Kesehatan, Jenazah Gede Seni Dibawa Pulang Pakai Pick-up

  • 25 Januari 2021
  • 09:30 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1437 Pengunjung
suaradewata

Buleleng, suaradewata.com - Kisah miris dirasakan keluarga almarhum Gede Seni warga Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan, Buleleng. Jenazah almarhum harus dibawa kendaraan pick-up dari RSUD Buleleng menuju rumahnya pada Sabtu (23/1/2021) lalu karena tidak ada biaya untuk membayar ambulance.

Selain itu, keluarga almarhum juga menunggak biaya perawatan di rumah sakit karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Bahkan, kisah miris dialami keluarga almarhum Gede Seni pun viral di media sosial (medsos) facebook, yang menuai tanggapan beragam dari sejumlah nitizen.

Ditengah situasi miris, keluarga almarhum kini diselimuti duka. Menurut rencana, almarhum Gede Seni dimakamkan pada Selasa (26/1/2021). Almarhum Gede Seni didiagnosis mengalami infeksi paru-paru sejak 7 bulan lalu dan dirawat di rumah sakit sejak 13 hari lalu.

"Masuk RS Bali Med 11 Januari dan dirawat selama 5 hari, setelah itu dipindah ke RSUD Buleleng pada Sabtu 16 Januari. Meninggalnya Sabtu kemarin," kata istri Almarhum Gede Seni, Suryani.

Suryani mengaku, tidak mengetahui jika pemulangan jenazah suaminya menggunakan mobil pick-up, sebab semua proses pemulangan jenazah suaminya diurus mertuanya. "Saat itu saya masih jaga anak di rumah.tidak bisa bayar ambulance, karena bayar Rp800 ribu, makanya pulangnya pakai pick-up biar cepat," ujar Suryani.

Diakui Suryani, saat ini utang biaya perawatan di rumah sakit Bali Med sekitar Rp7 juta dan RSUD Buleleng sekitar Rp10 juta. Suryani berharap, ada donatur membantu melunasi beban biaya di dua rumah sakit itu. "Saya masih punya anak kecil baru berusia 7 bulan dan tidak bekerja," ungkap Suryani dengan nada sedih.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, SpPD tak menampik, jika almarhum Gede Seni masuk kategori pasien tidak mampu dan tidak memiliki jaminan. Sehingga pembayarannya ditangguhkan dan dipiutangkan.

Tidak menutup kemungkinan akan bisa diputihkan kalau tidak mampu membayar. "Kalau pasien sudah memberi panjer sebagai status umum, bisa menggunakan mobil jenazah rumah sakit. Tapi keluarga mengaku mengangkut pakai carry. Kami pikir ada carry tertutup, justru terbuka," jelas Arya Nugraha.

Selama ini Arya Nugraha mengaku, bergabung di yayasan Sesama yang sering membantu masyarakat untuk mobil jenazah. Tagihannya nanti ditanggung pihak Sesama, karena sudah ada kerjasama atau kesepakatan.

"Dari pihak keluarga Gede Seni ingin pemulangan jenazah dengan menggunakan mobil pick-up biar tidak ribet. Tetapi justu malah diekspose di medsos, sehingga netizen yang berkomentar karena tidak tahu jalan ceritanya," ucap Arya Nugraha.

Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana mengatakan, jika keluarga Gede Seni sebelumnya terdata sebagai penerima jaminan kesehatan PBI yang disubsidi pemerintah karena masuk sebagai keluarga miskin. Namun, almarhum Gede Seni sempat bekerja di Resto di Denpasar.

Oleh tempatnya bekerja, almarhum Gede Seni mendapat tanggungan BPJS dari perusahannya. Sehingga, subsidi jaminan kesehatan dari pemerintah dicabut. Hanya saja, sejak pandemi Covid-19, almarhum di-PHK, sehingga tanggungan BPJS Kesehatan dari pihak perusahaan dihentikan.

"Saat sakit, kami fasilitasi dengan berkordinasi dengan Dinas Sosial agar bisa kembali mendapatkan jaminan kesehatan. Rencananya, Februari jaminan kesehatannya keluar. Tapi takdir berkata lain, almarhum telah meninggal dunia," ungkap Pariadnyana.

Selanjutnya, Pariadnyana melakukan kordinasi dengan RSUD Buleleng dan Dinas Sosial Buleleng terkait pemulangan jenazah Gede Seni, meskipun masih menunggak biaya. Sehingga, ada kebijakan untuk pemulangan jenazah almarhum Gede Seni.

Namun, ada seorang relawan yang malah memosting pemulangan jenazah Gede Seni dengan menggunakan mobil pick-up. "Ya, mungkin karena ketidaktahuan dari masyarakat, padahal pihak RSUD Buleleng sudah membijaksanai karena bisa dipulangkan, meskipun masih menunggak," tandas Pariadnyana. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER