Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Judi Tajen di Mandul Digrebeg Polisi, Dua Orang Bebotoh Jadi Tersangka

  • 19 Januari 2021
  • 20:25 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1300 Pengunjung
suaradewata

Buleleng, suaradewata.com - Kegiatan judi sabung ayam atau tajen di Banjar Dinas Mandul, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, yang digelar ditengah pandemi Covid-19 digrebeg oleh jajaran Satreskrim Polres Buleleng, pada Minggu (17/1/2021) lalu sekitar pukul 17.00 wita.

Polisi pun mengamankan sekaligus menetapkan 2 orang pelaku yang bertanggungjawab dalam kegiatan judi tajen itu sebagai tersangka. Mereka adalah Dewa Gede Gogik Wira Adnyana (30) warga desa Panji selaku penyelenggara judi tajen serta Gusti Ngurah Adi Sudarma (32) selaku saye yang juga warga Desa Panji.

Kanit I Pidum Satreskrim Polres Buleleng, Ipda Kevin Simatupang mengatakan, penggrebegan judi tajen di wilayah Desa Panji ini berawal dari laporan masyarakat. Polisi pun kemudian melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

"Saat kami lakukan pengecekan, ternyata benar di halaman belakang rumah milik penyelenggara sedang berlangsung kegiatan judi sabung ayam atau tajen," ungkap Ipda Kevin, Selasa (19/1/2021) siang.

Selain mengamankan 2 orang sebagai orang bertanggungjawab atas kegiatan judi tajen tersebut, juga diamankan barang bukti yakni 2 buah taji, 1 buah gulung bulang (benang pengikat taji ayam), 1 buah kurungan ayam, 1 ekor ayam hidup, 2 ekor ayam mati.

Selain itu polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp135 ribu yang diduga uang hasil judi tajen. "Pelaku menyelenggarakan judi tajen saat hujan, dan beranggapan tidak akan ada petugas datang untuk melakukan penggerebekan," jelas Ipda Kevin.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman pidana paling lama 10 tahun penjara Jo Pasal 93 ayat (1) UU RI No. 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp25 juta hingga Rp100 juta.

"Kedua pelaku ini disangkakan juga undang-undang kekarantinaan, karena judi tajen ini menyebabkan kerumunan, dan tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan," ujar Ipda Kevin.

Dengan adanya penangkapan kembali pelaku judi tajen, kedepan diharapkan tidak ada lagi judi tajen yang digelar warga Buleleng. "Kami harap tidak ada lagi kegiatan judi tajen. Sejauh ini sudah ada belasan kasus judi tajen diproses hukum," tandas Ipda Kevin. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER