Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Ceramah Habib Rizieq Sarat Kebencian Ganggu Penanganan Covid-19

  • 24 November 2020
  • 19:40 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1319 Pengunjung
google

Opini,suaradewata.com - Ceramah Habib Rizieq sangat kontroversial karena penuh dengan diksi yang kasar. Masayrakat sangat menyayangkannya karena tak sepatutnya seorang pemuka agama berkata jelek. Apalagi ia berceramah di kerumunan, yang makin menyulitkan langkah tim satgas covid-19 dalam memberantas corona.

Habib Rizieq Shihab langsung semangat berceramah begitu kembali ke Indonesia. Namun sayang saat acara tersebut, yang dilontarkan adalah caci-maki. Bahkan ia memperbolehkan pemenggalan terhadap seseorang yang menghina nabi. Kesucian acara peringatan maulid jadi ternoda oleh isi ceramahnya yang sangat kontroversial dan radikal.

Tak hanya izin untuk melakukan tindak kejahatan, Habib Rizieq juga dihujat karena mempergunakan kata yang sangat buruk untuk menyebut seorang wanita tuna susila. Dari sekian banyak diksi, mengapa yang dipilih adalah yang terjelek? Seolah-olah ceramah jadi aangnya untuk curhat namun dengan kata-kata yang kasar dan vulgar. Sungguh tak elok dilihat.

Netzen mengaku sangat kecewa saat melihat rekaman ceramah Habib Rizieq yang ditayangkan di salah satu channel Youtube. Menurut mereka, sebagai pemuka agama tak seharusnya menyebut kata jelek itu. Ia juga tidak bisa beralasan kepeleset lidah, karena terbukti mengucapkannya berkali-kali, berarti memang disengaja.

Jazuli Fawaid, Wakil Ketua MPR menyesalkan ceramah Habib Rizieq yang sangat kasar. Menurutnya, tidak boleh cacian dibalas dengan cacian. Karena kita harus meniru akhlak Nabi Muhammad yang tidak pernah membalas ucapan jelek dari musuh. Seharusnya kita tidak boleh saling hina, karena harus kembali ke akhlak yang terpuji.

Dulu ada cerita saat Nabi Muhammad dimaki seorang yang buta tapi tidak membalas, namun beliau malah menyuapinya setiap hari. begitu Nabi tiada, orang buta itu baru tahu siapa yang telah memberinya makan. Seharusnya sebagai keturunan Nabi, Habib Rizieq menru perbuatan mulia tersebut. Bukannya mencaci-maki seenak perutnya sendiri.

Apakah ia lupa salah satu hadis yang berbunyi ‘berkatalah baik atau benar’? Sebagai orang alim, seharusnya ia paham tentang hal itu, tapi tidak memperaktekannya. Sungguh sayang, karena jangan hanya menghafal tapi tidak melakukannya di lapangan.

Ceramah Habib Rizieq yang sangat provokatif tentu meresahkan masyarakat dan mengganggu perdamaian di Indonesia. Juga berpotensi merusak kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Seharusnya sepulagn dari Arab, ia menjadi seseorang yang lebih baik. Namun publik kecewa karena malah ceramah dengan beringas seperti dulu.

Ceramah Habib Rizieq juga berpotensi menghambat penanganan corona. Karena ia ngotot untuk unjuk gigi di hadapan puluhan ribu orang. Dalam acara tersebut, walau semua roang memakai masker dan face shield, namun tidak ada physical distancing. Sehingga menimbulkan klaster corona baru dan malah merepotkan tim satgas penanganan covid.

Saat ceramah, ia juga membuka masker sehingga takut akan mengeluarkan droplet. Padahal ia jelas baru pulang dari Arab dan menolak untuk tes swab. Iya kalau negatif corona. Jika positif akan sangat gawat karena tega menularkan virus covid-19 ke seluruh jamaahnya.

Seharusnya ia beradaptasi di masa pandemi dengan melakukan ceramah online, tuh sudah ada channel Youtube yang setia menyiarkannya. Selain itu, penonton di internet juga jauh lebih banyak dibanding dengan ceramah di dunia nyata. Namun kengototannya membuat Habib Rizieq makin dijauhi rakyat, karena mereka sangat kecewa melihat kelakuannya yang tak pernah berubah.

Hentikan saja ceramah Habib Rizieq sekarang juga karena memecah-belah persatuan bangsa dan menyinggung kerukunan antar umat beragama. Tidak seharusnya seorang pemuka agama malah berkata kasar di depan publik. Ceramahnya juga berpotensi membuat klaster corona baru dan mengkhawatirkan di masa pandemi.

Andhika Dewantoro, Penulis adalah lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER