Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Dari Tahun 1993 Hingga Kini, Wajib Pajak Ngutang 699 Milyard ke Pemda Badung

  • 10 November 2020
  • 15:25 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1741 Pengunjung
suaradewata

Badung, suaradewata.com - Badan Pendapatan Daerah / Pesedahan Agung (Bapenda) Kabupaten Badung mencatat dari tahun 1993 hingga kini, wajib pajak di Kabupaten Badung memiliki hutang pajak ratusan milyard ke Pemerintah Daerah (Pemda) Badung. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bapenda Kabupaten Badung Made Sutama mengungkapkan untuk wajib pajak di Kabupaten Badung dari tahun 1993 hingga kini mempunyai hutang pajak sebesar 699 Milyard kepada Pemda Badung.

Hutang pajak yang belum dibayarkan tersebut, Made Sutama mengatakan bahwa ada wajib pajak yang sudah membayarkan hutangnya dengan mencicil setiap bulan dan juga ada wajib pajak yang belum bayar pajak. Dengan artian, bagi wajib pajak yang dapat mencicil setiap satu bulan tersebut, hutang pajaknya berkurang setiap bulan.

"Sampai sekarang tunggakan piutang pajak ke Pemda Badung sebesar 699 milyard dari Wajib Pajak," ungkap Made Sutama saat dikonfirmasi, Selasa, (10/11/2020). 

Dengan kondisi seperti saat ini, pihaknya tetap melakukan penagihan-penagihan piutang pajak, baik itu secara pasif maupun secara aktif. Kata ia, secara pasif itu artinya kita setiap saat melakukan peringatan-peringatan, tagihan-tagihan dengan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD). Disamping itu juga kami melakukan upaya aktif yaitu dengan penegakan peraturan, artinya dengan upaya paksa.

"Kedepan kita akan bekerja sama dengan KPK dan kejaksaan dan kepolisian untuk menagih pajak dan ini sudah disepakati oleh Bupati, bekerja sama ini akan segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Made Sutama pun menjelaskan, bagi wajib pajak yang masih beroperasi dan belum membayar piutang pajak, akan ada upaya paksa hingga penutupan. Sedangkan wajib pajak yang sudah tutup dan belum bayar hutang pajak akan tetap ditagih.

"Yang masih beroperasi, bisa ada penutupan kalau mereka tidak membayar pajak, dan yang sudah tutup tetap ditagih, itu kan bukan uangnya mereka tapi itu uang titipan," jelasnya.ang/utm

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER