Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Terkait Covid-19, Parta Minta Masyarakat Tingkatkan Solidaritas dan Tetap Ikuti Pemerintah

  • 16 Oktober 2020
  • 19:35 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 1274 Pengunjung
istimewa

Gianyar,suaradewata.com -  Pandemi covid-19 yang tengah dialami oleh masyarakat diperkirakan akan berlangung lama. Oleh karena itu masyarakat diminta jangan takut berlebihan hingga melemahkan imun tubuh dan meningkatkan solidaritas sosial.   Hal ini disampaikan Anggota DPR RI, I Nyoman Parta dalam simakrama yang dilakukan dengan masyarakat Desa Adat Banda, Saba, Blahbatuh, Jumat (16/10/2020), Di Wantilan Pura Dalem setempat. 

"Karena kondisi ini akan berlangsung lama, bagaimana pun perketat dan pertinggi solidaritas sosial. Kalau ada krama yang sudah tidak bisa makan,  mohon kasi bekel. Kepada krama yang masih mampu mohon berbagi kepada krama lainya, jangan sampai ada krama yang kesepekan karena tidak bisa bayar hutang di LPD karena situasi sulit" ujarnya dihadapan perwakilan Krama Desa Adat Banda. 

Dikatakanya lagi, terkait pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama 8 bulan. Meski vaksin diperkirakan datang tahun 2021. Tapi tidak bisa semua 270 juta penduduk Indonesia  tercover langsung. Karena masih diperebutkan lantaran semua negara memerlukan vaksin. Perkiraan di Indonesia vaksin buatan dalam negeri baru digunakan bulan April. 

Terkait mengapa diperlukan vaksin? Parta mengatakan karena covid-19 belum ada obatnya, oleh karena harus di vaksin. Namun ia menyampaikan agar masyarakat jangan terlalu takut berlebihan kepada covid-19. "Covid ini seperti flu biasa, tapi dia bisa menghilangkan indra penciuman dan perasa buat sementara, staf tiyang saja sudah terkena 2 kali, tapi dia tidak apa-apa, masih sehat, jangan sampai takut berlebihan, ampunan nyeh ampunan bes serem" ujarnya memberikan pemahaman. 

"Besok-besok kalau ada warga yang diketahui positif melalui hasil swab jangan lagi dijemput dengn ambulance, tapi telpon saja dan minta mereka sendiri datang kerumah sakit bawa sepeda motor" ungkapnya. 

Namun yang harus dihindari, adalah warga yang memiliki penyakit bawaan, terutama diabetes, jantung, dan lainnya harus berhati-hati. Menurut medis memang penyakit bawaan tidak ada keterkaitan langsung dengan covid-19. "Covid-19 kondisi menjadi drop, sehingga yang mempunyai sakit bawaan harus taati protokol" jelasnya. 

Untuk itu ia pun berpesan kepada masyarakat untuk ikuti pemerintah,  jangan tawah-tawah lagi. Kalau diminta vaksin, ayo vaksin. "Kalau ada vaksin ikuti vaksin. Sampunan tawah-tawah malih, meski terlihat tidak membahayakan, tapi covid ini benar adanya" jelas Parta. 

Parta juga berpasen karena hal ini panjang. Masyarakat harus jaga imun tubuh. Mengingat Indonesia saat ini sedang di boikot oleh 59 negara, karena masyarakatnya kurang desipilin. Sehingga pariwisata juga belum bisa cepat pulih, untuk itu jaga solidaritas, "maklum, kalau diam dirumah tidak ada yang ngasi makan"  tandasnya. 

Setelah simakrama Parta mengikuti persembahyangan di Pura dalem setempat, karena bertepatan dengan Piodalan. Terkahir parta pun menyerahkan sejumlah punia kepada krama. rls/gus/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER