Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Wayan Koster : RUED Provinsi Bali Mengatur Pembangunan Sistem Energi yang Mandiri

  • 30 September 2020
  • 18:15 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1218 Pengunjung
suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - RUED Provinsi Bali bertujuan untuk mengatur pengelolaan dan pembangunan sistem energi yang mandiri, mudah terjangkau, berkeadilan, berkelanjutan, dan mensejahterakan dengan memprioritaskan energi bersih/ramah lingkungan guna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya sesuai dengan visi Pembangunan Daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang diselenggarakan dalam satu kesatuan wilayah yaitu satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.

"RUED Provinsi Bali disusun sebagai pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah;
penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL); penyusunan APBD Semesta Berencana Provinsi;
pengelolaan Energi di Provinsi; pemanfaatan dan pengembangan Energi di Kabupaten/Kota; dan
pemanfaatan Energi pada sektor lainnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan," demikian kata Gubernur Bali, Wayan Koster, Senin (28/9) saat mengumumkan diberlakukannya Perda Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebagai upaya mewujudkan Bali Mandiri Energi Bersih.

Lebih lanjut Wayan Koster yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan bahwa RUED Provinsi Bali memprioritaskan penggunaan sumber Energi Bersih meliputi gas bumi dan Energi Baru Terbarukan.

Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2015 sebesar 0,27 %, ditargetkan akan meningkat menjadi 11,15 % pada tahun 2025, dan diharapkan porsi EBT menjadi 20,10 % pada tahun 2050. Peningkatan EBT diprioritaskan pada pemanfaatan dan pengembangan PLTS Atap dan Bioenergi serta EBT lainnya. Sumber energi batubara dirancang menjadi 3,32 % pada tahun 2025 dan menjadi zero atau nol pada tahun 2050. Kondisi eksisting pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara digunakan pada PLTU Celukan Bawang dan PLTU Paiton Jawa Timur yang disalurkan melalui kabel laut. Minyak bumi porsinya akan turun menjadi 45,05 % pada tahun 2050.

Untuk memenuhi kebutuhan permintaan energi, maka penggunaan sumber energi gas akan diperbesar menjadi 34,85 % pada tahun 2050. Keterbatasan daya dukung terhadap pembangkit fosil (gas, minyak bumi dan batubara) serta keterbatasan dalam pengembangan sumber energi baru terbarukan (EBT), maka Pemerintah Provinsi Bali akan mengupayakan dengan cermat pasokan listriknya dengan penambahan kapasitas listrik dari pembangkit di Bali yang menggunakan Energi Bersih. Selain itu untuk menjaga kehandalan sistem kelistrikan di Jawa dan sistem di Bali, penguatan sistem dilakukan melalui grid Jamali atau Jawa Bali Connection (JBC) yang berfungsi sebagai cadangan bersama (reserve sharing).awp/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER