Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Kirim JFC Berisi Sabu ke Polresta, Wanita ini Dituntut 5 Tahun

  • 30 September 2020
  • 17:10 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1203 Pengunjung
suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Wanita 25 tahun asal Blahbatuh, Gianyar bernama Ayu Kartika Purnama Sari, terlihat pasrah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Posbakum Denpasar yang mendampinginya saat dituntut hukum 5 tahun penjara oleh Jaksa Kejari Denpasar.

Tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Ni Ketut Muliani,SH tergolong ringan, dilihat dari perkara terdakwa bisa terjerat kasus narkotik. Dimana terdakwa dengan sengaja melakukan pemufaktaan jahat, menerima dan memiliki serta sebagai perantara sabu.

Drama penangkapan wanita berparas ayu ini juga tergolong cukup unik. Ia nekad mengamini perintah dua orang tahanan Rutan Polresta Denpasar, untuk mengirimkan sabu. 

Oleh Jaksa Muliani, terdakwa dijerat hukum tindak pidana Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 115 ayat (1) jo Pasal 132  ayat (1) UU RI.No.35 tahun 2009, tentang narkotik. "Terdakwa dengan sengaja melakukan pemufakatan jahat, dengan memiliki, mengusai dan menyediakan narkotika jenis sabu dengan barang bukti berat 0,97 gram," Sebut Jaksa tertuang dalam dakwaan. 

Selanjutnya, dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Angeliki Handajani Day, SH.MH., pihak penuntut umum secara virtual mengajukan tuntutan hukuman kepada terdakwa selama 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp800.000,- yang dapat digantikan dengan hukuman 3 bulan penjara.

Secara lisan terdakwa usai bertanya kepada pihak kuasa Hukum yang ditunjukan oleh Pengadilan Negeri Denpasar, menyampaikan permohonan agar Majelis Hakim dapat meringankan hukuman.

Sebagaimana tertuang dalam dakwaan, terdakwa yang bekerja sebagai waitres ini dihubungi oleh dua orang tahanan Polresta Denpasar bernama Vincent dan Juliantara (Keduanya dalam berkas terpisah), Rabu 15 April 2020 sekitar pukul 13.00 Wita.

"Terdakwa diminta untuk mengambil tempelan yang ada di dua titik wilayah Ubung dan Lumintang. Bahwa terdakwa tidak menerima upah dalam bentuk uang saat itu, tetapi imbalannya sabu dibagi dua," tulis Jaksa.

Sabu tersebut diperintahkan untuk dikirim ke Rutan Polresta Denpasar melalui Driver Gojek dengan pengiriman paket JFC. Saat kiriman tiba, Petugas jaga tahanan seperti biasa memeriksa barang bawaan sebelum disrahkan ke tahanan.

Hasilnya ditemukan dalam kotak JFC berisi nasi dan ayam goreng tanpa minuman, ditemukan dua pipet kecil warna hijau yang dimasukkan dalam lepitan paha ayam. Saat diitograsi, Vincent dan Juliantara mengakui dan menyebut bahwa sabu tersebut dikirim oleh terdakwa. 

"Petugas baru melakukan penangkapan kepada terdakwa di rumahnya Gianyar pada pukul 23.00 Wita. Terdakwa mengkui mengirimkan sabu tersebut berdasarkan perintah dari tahanan Polresta yakni Vincent dan Juliantara," tutup Jaksa Kejari Denpasar.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER