Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

5 Komplotan Kepruk Kaca Didor, Satu Orang Masih Buron

  • 24 September 2020
  • 11:30 WITA
  • Jembrana
  • Dibaca: 1235 Pengunjung
suaradewata

Jembana, suaradewata.com- Satreskrim Polres Jembrana berhasil menangkap 5 anggota komplotan spesialis pencurian dengan cara kepruk kaca. Kelima pelaku yang berhasil ditangkap ini terpaksa dihadiahi timah panas lantaran berusaha melawan saat ditangkap diwilayah Banjar Negara, Jawa Tengah.

Kapolres Jembrana, AKPB I Ketut Gede Adi Wibawa, didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, Rabu (23/9), mengatakan, 5 pelaku yang berhasil diamankan ini, hanya satu pelaku yang merupakan residivis yakni Musaffa, 40, dari Surabaya, Jawa Timur. Sementara, 4 orang lainya merupakan residivis kasus pencurian yakni Temy Primadani, 30, Edi Yanto, 42, Ahmad Husni, 29, berasal dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Semuanya ini dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat), dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun. Namun meskipun sudah 5 pelaku yang berhasil ditangkap kami masih melakukan pengejaran terhadap satu orang pelaku dari komplotan ini,” katanya.

Ditangkapnya pelaku ini berawal dari pencuri uang dengan kepruk kaca mobil Toyota Avanza nopol DK 1339 OD milik korban yang seorang PNS Pemkab Jembrana asal Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Selasa (25/8) lalu. Saat itu, komplotan ini berhasil membawa kabur uang Rp70 juta di dalam, yang baru saja diambil korban dari bank BPD Bali Cabang Negara. “Dari hasil penyelidikan inilah kami mendapat informasi terduga pelaku mengarah ke kelompok Temy Primadani, 30. Dan ternyata benar. Sehingga Kanit I Reskrim Polres Jembrana, Iptu I Gede Alit Darmana bersama tim Kurawa Polres Jembrana, langsung menangkap Temy Primadani bersama empat pelaku lainya itu, di salah satu hotel di Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (22/9) sekitar pukul 02.30 WIB,” jelasnya.

Selainn kelima pelaku yang telah diringkus ini, ada salah satu pelaku yang masih kita kejar atau masih dalam pencarian. Karena saat melaancarkan aksinya di Jembrana mereka berenam yang sama-sama mempunyai peran masing-masing. “Peran para pelaku ini ada yang mencai target, eksekusi dan membuntuti korbannya,” pungkasnya. dep/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER