Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Otsus Jilid 2 Memajukan Dunia Usaha di Papua

  • 19 September 2020
  • 17:30 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1191 Pengunjung
Google

Opini,suaradewata.com - Otonomi khusus di Papua akan dilanjutkan tahun 2021. Masyarakat di bumi cendrawasih mendukung progam ini karena banyak kemajuan berkat kucuran dana otsus. Anggaran otsus tak hanya digunakan untuk membangun infrastruktur, tapi juga pendidikan khususnya di bidang kewirausahan. Agar makin banyak pengusaha di tanah Papua. 
Suatu daerah bisa maju jika infrastrukturnya memadai dan keadaan ekonomi masyarakatnya berkecukupan. Kemajuan ini yang dikejar oleh Papua. Untuk itu, maka pemerintah membuat program otonomi khusus mulai tahun 2001 dan akan diperpanjang lagi tahun depan. Otsus sangat penting karena ada dana hingga 94 trilyun rupiah untuk membangun Papua.
Dana otsus tidak hanya digunakan untuk membangun jembatan dan jalan raya, namun ada alokasi 25% untuk pendidikan. Anggaran itu tak hanya digunakan untuk membantu sekolah, namun digunakan juga untuk pelatihan kewirausahaan. Sehingga putra papua yang telah jadi sarjana tak hanya bercita-cita jadi pegawai, namun bisa jadi pengusaha sukses.
Menurut Direktur Public Policy Institute Sujono HS, anggaran otsus di bidang pendidikan bisa jadi peluang untuk mendapatkan keterampilan sesuai bakat yang dimiliki. Jadi uang itu tak hanya digunakan untuk pendidikan formal, namun dipakai untuk biaya pelatihan bisnis. Misalnya seminar tentang marketing online, branding produk, cara jadi pedagang profesional, dll.
Selain itu, anggaran otsus juga bisa digunakan untuk membuat pelatihan untuk memproduksi barang dan membuatnya jadi layak jual. Misalnya cara membuat telur asin, pengolahan sagu, dan lain-lain. Papua memiliki potensi sumber daya alam yang bisa diolah, misalnya umbi-umbian yang diolah jadi keripik. Jadi bisa dijual lebih mahal.
Setelah diajari cara memproduksi, para pemuda dilatih pula untuk memasarkannya. Baik dengan membuat brosur, spanduk, atau marketing via media sosial dan website. Setelah pelatihan, mereka bisa memproduksi sendiri sekaligus menjual dagangannya, dan mendapat keuntungan yang layak.
Jadi alangkah baiknya Pemda Provinsi Papua dan Papua Barat untuk fokus juga pada pendidikan vokasi dan kewirausahaan, dengan menggunakan dana otonomi khusus. Karena otsus tak hanya bertujuan untuk memajukan Papua di bidang fisik, namun juga sumber daya manusia. Pemuda Papua bertambah cerdas dan cerdik dalam berwirausaha berkat pelatihan bisnis.
Billy Mambrasar, salah satu putra Papua yang jadi staf khusus Presiden Jokowi menyatakan bahwa sekarang sudah saatnya anak muda di bumi cendrawasih untuk membuktikan potensi diri, terutama di bidang bisnis. Papua bisa sejahtera dan maju dengan menggerakkan sektor usaha. Contohnya Jonathan Warninussy, seorang pengusaha muda yang sukses.
Mengapa harus jadi pengusaha? Karena jika putra Papua jadi wirausahawan, akan lebih bebas dalam membantu kemajuan tanah kelahirannya. Ia punya lebih banyak uang dari hasil bisnisnya. Seorang pengusaha juga punya banyak relasi, jadi bisa menarik investor untuk ikut membangun bumi cendrawasih. Papua jadi lebih modern dan maju berkat investasi tersebut.
Selain itu, jika lebih banyak pengusaha di Papua, akan membantu mengurangi pengangguran. Karena perusahaan mereka bisa menyerap banyak tenaga kerja. Di bumi cendrawasih rakyatnya akan lebih maju karena semua memiliki pekerjaan. Kucuran dana otsus memiliki efek domino yang positif dan terbukti memakmurkan masyarakat Papua.
Mindset dari para putra Papua bisa berubah. Dari yang awalnya kuliah di Jawa (dengan dana otonomi khusus) dan setelah lulus melamar jadi pegawai negri sipil atau pegawai BUMN, berubah cita-cita jadi pengusaha. Karena kekuatan seorang pebisnis akan bisa mengubah bumi cendrawasih menjadi kawasan yang lebih modern. 
Oleh karena itu, otonomi khusus wajib dilanjutkan di Papua. Karena uang yang diberikan pemerintah pusat sangat berguna untuk kemajuan di sana. Pemuda Papua bisa kuliah tinggi dan diarahkan jadi pengusaha. Mereka bisa ikut membangun daerahnya dan juga mengurangi angka pengangguran.
Rebecca Marian, Penulis adalah mahasiswi Papua tinggal di Jakarta


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER