Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Palsukan Dokumen Jual Beli Tanah, Notaris ini Dihukum 2,5 Tahun

  • 11 September 2020
  • 17:25 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1297 Pengunjung
Suaradewata

Denpasar,suaradewata.com - Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan hukuman kepada notaris Agus Satoto (53) bersalah melakukan tindak pidana memalsukan dokumen jual beli tanah.

Atas perbuatannya, Majelis Hakim memutuskan hukuman penjara selama dua tahun enam bulan (2,5 tahun). Putusan yang dibacakan hakim I Wayan Gede Rumega,SH.MH., Jumat (11/9) menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 372 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.   

"Mengadili terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama dua tahun enam bulan," ketok palu hakim di persidangan secara virtual.

Putusan hakim ini setidaknya lebih rendah sari tuntutan yang diajukan Jaksa Dewa Anom Rai,SH dengan hukuman selama 4 tahun terkait tindak pidana penggelapan dan pemalsuan dokumen jual beli tanah.

Sebagaimana tertuang dalam dakwaan, tindak pidana penggelapan SHM No.2933 dan SHM No.2941 atau membuat surat autektik palsu atau memalsukan surat autektik dilakukan oleh terdakwa Agus Satoto. Korbannya adalah I Wayan Rumpiak, I Wayan Satih, I Made Landa, dan I Made Ramia, yang menitipkan sertifikat kepada terdakwa.

Terdakwa kelahiran Denpasar, 24 Agustus 1967 ini melakukan tindak pidana dengan cara memanfaatkan kondisi Pelapor dan para korban yang tidak bisa membaca dan menulis. Dengan membuat dua Perjanjian Ikatan Jual Beli (PIJB) yang isinya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

"Bahwa menyatakan saksi Esti Yuliani (terdakwa berkas terpisah) selaku pembeli telah membayar lunas kepada korban I Wayan Rumpiak, I Wayan Satih, I Made Landa, dan I Made Ramia," ungkapnya.

Faktanya saksi Esti sama sekali belum melakukan pembayaran. Dan tanpa sepengetahuan Pelapor dan para korban, tersangka Agus Satoto selaku notaris
telah membuat/menerbitkan Akta Kuasa yang isinya juga tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya serta tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari korban.

Atas permintaan saksi Esti menghapus dan mengubah (renvoi) dari harga Rp 210 juta per are menjadi 135 juta per are. Terhadap PIJB No.04 dari harga Rp9.612.750.000 dihapus dan diubah menjadi Rp5.868.450.000. Terhadap PIJB No.06 dari harga Rp1.176.000.000 dihapus dan diubah menjadi Rp 881.550.000

Kemudian tanpa sepengetahuan dan seizin para korban, dua SHM No.2933 dan No.2941 milik korban yang dititipkan kepada terdakwa Agus Satoto diserahkan ke saksi Esti.

"Lalu dijual oleh saksi Esti ke saksi Ester Sukmawati. Sehingga korban mengalami kerugian matetiil sebesar Rp 9,5 miliar," pungkas JPU Kejati Bali.mot/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER