Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Warga Keluhkan Sampah Popok, Kaling Setempat : Kemungkinan Sampah Kiriman

  • 04 September 2020
  • 17:00 WITA
  • Badung
  • Dibaca: 1326 Pengunjung
Istimewa

Badung,suaradewata.com - Seorang warga Banjar Kwanji Kaja Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi yakni Putu Gede Wirawan (51) mengeluhkan sampah popok yang hanyut bahkan nyangkut di aliran subak Uma Kutuh dekat rumahnya. Pasalnya, sampah popok tersebut tidak enak dipandang bahkan sangat berbahaya apabila dirobek oleh seekor anjing. Parahnya lagi, dalam popok tersebut berisikan kotoran manusia yang dikwatirkan menyebarkan penyakit. 

Dalam pantauan media suaradewata.com, Jumat, (04/09/2020), di lokasi tampak beberapa popok yang masih nyangkut di aliran telabah Uma Kutuh. Tidak hanya itu, sampah-sampah lainnya seperti sampah plastik juga tampak nyangkut di tanaman padi tepatnya dibelakang Balai Banjar Kwanji Kaja.

Gede Wirawan yang merupakan tokoh masyarakat setempat ini mengatakan bahwa sampah popok tersebut sudah ada sejak 2 tahun sebelumnya. Namun, setelah melalui komunikasi dengan pihak terkait belum ada solusinya. Tetapi dirinya juga sudah melihat pihak terkait bekerja maksimal dalam penanganan sampah. Namun, fakta di lapangan justru ada sampah popok yang masih nyangkut di Telabah tersebut. Sehingga, hal itu dirinya menjadi bingung dari mana asal sampah popok tersebut.

"Ada sekitar 2 tahunan saya disini sudah ada sampah seperti itu, bahkan tadi saya cek ternyata masih ada sampah popok sekitar 10 biji, saya pun bingung sampah popok tersebut dari mana datangnya," kata Gede Wirawan, Jumat, (04/09/2020). 

Ia pun mengkuatirkan saat musim hujan tiba,  kemungkinan volume sampah meningkatkan. Dan dikwatirkan lagi sampah tersebut berserakan, terutama sampah popok yang justru mengganggu kesehatan. 

"Saya harap ada solusi agar tidak ada lagi sampah popok yang mengotori aliran Telabah dan Lingkungan yang mengancam kesehatan," harapnya.

Sementara, Kepala Lingkungan Kwanji Kelurahan Sempidi Kecamatan Mengwi, Nyoman Buda Arka sudah selalu menghimbau warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun, kata ia, terkait sampah untuk warga sekitar dan juga penghuni kos sudah berlangganan sampah. Sehingga kecil kemungkinan sampah tersebut berasal dari warganya. 

"Warga dan penghuni kos sudah berlangganan sampah, karena ada sungai berarti ada sampah kiriman, rencana ada solusi mau pasang jaring," ungkap Buda Arka. 

Selaku Kepala Lingkungan, dirinya sudah bekerja maksimal dalam melakukan penanganan sampah. Dan dirinya pun berharap masyarakat untuk sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kita harapkan masyarakat jangan membuang sampah di kali, got dan sungai," harapnya.ang/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER