Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Berkedok Sebagai Dukun, Pria Berusia 28 Tahun Menipu Keluarga di Seririt

  • 10 Agustus 2020
  • 19:10 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1237 Pengunjung
suaradewata

Buleleng,suaradewata.com - Ketut Fery Martana alias Popo (28) warga Desa Gerokgak, Kecamatan gerokgak, Buleleng, kini diamankan jajaran Polsek Seririt lantaran menipu dan juga diduga melakukan aksi cabul dengan modus berpura-pura menjadi seorang dukun, yang dilakukan sekitar bulan Juni sampai dengan awal Juli di wilayah Seririt. Aksi Popo ini dilaporkan oleh Ketut Merdana.

Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa mengungkapkan, kasus ini berawal perkenalan keluarga Merdana dengan tersangka yang saat itu memiliki pacar berinisial KS yang tak lain adalah tetangga pelapor Merdana. Sekitar bulan Juli tersangka Popo mengaku bisa menyembuhkan penyakit MS yang merupakan istri pelapor.

"Tersangka meminta uang sebesar Rp3,3 juta alasan untuk biaya banten di Alas Purwo. Kemudian tersangka berpura-pura mengobati MS. Saat memijat kepala MS, seolah-olah keluarlah paku yang memang sebelumnya dibawa oleh tersangka. Tersangka memberikan batu seolah-olah itu jimat," ungkap Sinar Subawa, Senin (10/8/2020) siang.

Karena percaya, kelaurga Merdana lalu memberikan uang yang sempat diminta tersangka sebesar Rp3,3 juta. Bukan itu saja, tersangka kembali mengulangi akasinya dengan menggaet PDA yang merupakan anak perempuan Merdana. Lantaran tersangka tertarik dengan PDA, tersangka membuat modus berpura-pura sebagai dukun.

Tersangka memberitahu bahwa PDA yang selama ini bekerja di Denpasar terkena ilmu hitam dari pacarnya, sehingga harus diobati. PDA pun diobati dengan modus yang sama di Seririt kediaman orangtua PDA. Tak sampai disitu, tersangka mendatangi kost PDA yang ada di Denpasar. Tersangka kembali melakukan ritual pengobatan.

"Modus tersangka berpura-pura untuk mengobati. Tapi tersangka mencium pipi PDA dan berusaha menyentuh dadanya. Korban yang sadar, langsung menepis tangan tersangka. Saat itulah aksi tersangka terbongkar. Dan mereka sadar telah ditipu, sehingga melapor ke Polsek Seririt," ujar Sinar Subawa.

Dari laporan itu, anggota melakukan penyelidikan dan mengamankan Popo untuk dimintai keterangan. Dari hasil introgasi tersangka akhirnya mengakui perbuatannya. Tersangka sendiri tidak punya kemampuan menyembuhkan orang. "Aksi itu dilakukan sebagai kedok untuk bisa mendapatkan uang dari korban," jelas Sinar Subawa.

Tersangka juga melakukan aksi tersebut lantaran menyukai PDA yang merupakan anak pelapor. "Uang yang diberikan pelapor, ternyata tidak ditransfer untuk biaya banten, tapi digunakan tersangka membayar utang pacarnya, melakukan perawatan pacarnya dan biaya makan sehari-hari," tandas Sinar Subawa.

Akibatnya, kini tersangka Popo terancam dijerat Pasal 378 dan/atau Pasal 372 dan/atau Pasal 290 ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana diatas 5 tahun penjara. rik/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER