Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Waria Pembantu Rumah Tangga Curi Uang Tamu Jepang

  • 05 Agustus 2020
  • 18:10 WITA
  • Gianyar
  • Dibaca: 1360 Pengunjung
suaradewata

Gianyar, suaradewata.com - Fusako Ishii (56) WNA asal Jepang yang sudah 10 tahun tinggal di Bali, melapor ke Polsek Ubud setelah kehilangan uangnya 1,07 Juta Yen yang disimpannya di kamarnya di Bungkuan House, Lingkungan Bentuyung, Ubud, Sabtu (1/8/2020). Usut punya usut ternyata pelaku tidak lain adalah pembantu rumah tangga panggilan yang sering datang ke rumah korban.

Informasi yang didapatkan, Fusako Ishii baru mengetahui uangnya dicuri pada hari Selasa (29/7/2020). Seminggu sebelumnya pada hari Selasa (21/7/2020), korban lupa membawa tas dan meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci. Sekembali korban ke rumah, korban sudah melihat pintu kamar terbuka dan amplop dalam tasnya juga terbuka. Korban juga melihat pembantu panggilannya I Wayan Suwistra alias Ari Dewi (31) ada disana karena sempat menguubungi untuk membersihkan kamarnya. 

Korban menghitung isi amplop di dalam tas sudah berkurang sebanyak 480.000 Yen pecahan 10.000. Keesokan harinya, korban juga baru mengetahui amplop lainnya juga berkurang sebanyak 590.000 Yen pecahan yang sama. "Total uang yang dilaporkan hilang sejumlah 1.070.000 Yen (Rp. 146,8Juta)," jelas Kapolsek Ubudd AKP Gede Sudyatmaja, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan laporan korban, Polisi melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi-saksi, pelaku pencurian mengarah ke Ari Dewi yang merupakan pembantu panggilan. "Awal pelaku tidak mengakui melakukan pencurian, setelah kami interogasi lebih dalam akhirnya pelaku mengakui perbuatannya," ujar Sudyatmaja.

Polisi menemukan uang sebesar Rp. 30Juta rupiah dari pelaku yang didapatkannya setelah menukarkan uang curiannya di money changer. "Kami masih mendalami pengakuan pelaku maupun pacarnya, karena korban melaporkan kehilangan uang ratusan juta," tambahnya.

Sementara itu, I Wayan Suwistra asal Banjar Penestan Kelod, Desa Sayan, Ubud ini  memiliki penampilan layak seorang perempuan. kepada wartawan, ia mengaku telah mengenal korban selama 10 tahun. Dan baru 5 bulan terakhir sering dipanggil korban untuk membersihkan tempat tinggal korban.

Pelaku dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun.gus/utm


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER