Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

747 Paket Bantuan Sembako GMT Sasar Warga 21 Dadia di Desa Buana Giri, Bebandem

  • 02 Agustus 2020
  • 19:40 WITA
  • Karangasem
  • Dibaca: 1167 Pengunjung
suaradewata

Karangasem, suaradewata.com - Semeton GMT terus berupaya membantu warga kurang mampu yang terdampak Pandemi Covid 19 di Kabupaten Karangasem, bahkan para relawan berusaha untuk menjangkau sejumlah desa dan banjar terpencil yang berada di lereng Gunung Agung, agar semua warga atau masyarakat di Karangasem bisa tersentuh bantuan dari keluarga besar GMT.

Pandemi Covid 19 yang terjadi hingga saat ini, memang cukup menyulitkan warga dari sisi ekonomi, karena belum banyak warga yang bisa bekerja utamanya para tukang dan buruh bangunan, karena proyek saat ini masih sepi.

Minggu (2/8/2020) Semeton GMT membawa sebanyak 747 paket bantuan sembako untuk disalurkan kepada warga 21 Dadia di lereng Gunung Agung, diantaranya di Banjar Komala, banjar Linggasana dan Banjar Tanah Aron, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem.

Kedatangan bantuan dari keluarga besar GMT ini disambut antusias oleh warga, sementara untuk menghindari terjadinya kerumunan warga, maka bantuan diserahkan secara simbolis oleh Koordinator Lapangan GMT, I Gusti Ngurah Gede Subagiartha (Gus Ode) bersama anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, I Ketut Susinta, dan diterima oleh masing-masing klian dadia.

“Untuk di Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, bantuan kita salurkan kepada warga 21  Dadia di lereng Gunung Agung sejumlah 747 paket. Selesai kita serahkan, bantuan langsung dibagikan oleh perwakilan dari masing-masing dadia,” ujar Gus Ode, yang juga Ketua Fraksi Nasdem DPRD Karangasem.

Pihaknya di GMT langsung merespon dengan cepat usulan bantuan yang masuk ke Sekretariat GMT. Ini dilakukan agar bantuan bisa segera sampai ketangan warga penerima sesuai dengan data yang diusulkan. Dikatakannya hingga saat ini dampak wabah Covid 19 masih dirasakan cukup berat oleh warga, utamanya di desa terpencil. Dimana warga belum sepenuhnya bisa bekerja lantaran masih sepinya proyek pisik.

Dalam kesempatan itu, Gus Ode juga mengajak masyarakat untuk tetap dan selalu mentaati aturan protokol kesehatan dari pemerintah, terlebih saat ini pemerintah telah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimana sejumlah sektor ekonomi telah dibuka secara bertahan dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.nov/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER