Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Tracing Masif, Kasus Baru Covid-19 Meningkat

  • 16 Juli 2020
  • 16:30 WITA
  • Nusantara
  • Dibaca: 1236 Pengunjung
Google

Opini,suaradewata.com - Akhir-akhir ini ada berita tentang melonjaknya jumlah pasien Corona. Bahkan mencapai lebih dari 1.000 orang per hari. Masyarakat diharap jangan panik saat membaca beritanya. Karena lonjakan kasus covid-19 baru ini adalah hasil dari tracing PDP dan ODP serta pengetesan PCR swab yang dilakukan secara masif oleh pemerintah.
Masyarakat langsung pusing ketika membaca kabar bahwa ada 1.800 pasien Corona baru dalam sehari. Mereka bisa ketakutan dan memutuskan untuk berdiam diri di rumah saja. Padahal tidak usah sampai paranoid, karena jika kita mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, minum vitamin C,  dan rajin cuci tangan, akan aman dari virus covid-19. 
Banyaknya kasus baru ini bukan karena tenaga kesehatan mulai kelelahan atau pemerintah kurang sigap dalam menangani Corona. Namun penyebabnya adalah adanya tracing alias penelusuran yang masif. Yang ditracing adalah PDP dan ODP, setelah itu mereka dites PCR. Hal ini diungkapkan oleh Achmad Yurianto, juru bicara Gugus Tugas penanganan covid-19.
Terhitung sampai 13 juli 2020, dari 13.100 spesimen pada tes PCR, ada 1.282 orang yang positif Corona. Jumlah ini menambah akumulasi total pasien jadi 76.981 orang. Anda jangan mendelik ketika melihat banyaknya pasien, karena lebih dari setengahnya sudah dinyatakan sembuh. Sementara sisanya masih dalam perawatan. Jangan pula takut ketika harus tes PCR.
Orang yang ditracing dan dites PCR swab adalah ODP yang habis bepergian ke luar negeri atau wilayah berzona merah. Tracing adalah penelusuran untuk mengetahui mereka berkontak dengan siapa saja. Jadi dapat ditulis datanya dan diajak untuk mengikuti tes PCR swab di laboratorium yang ditunjuk pemerintah.
PDP alias pasien dalam pengawasan juga wajib dites swab ulang, agar mengetahui bahwa mereka sudah benar-benar sembuh atau belum. Mereka melakukan tes PCR swab di lab yang bersih, jadi tidak usah khawatir malah tertular Corona. Setelah hasilnya negatif, maka bisa dilanjutkan dengan isolasi mandiri lagi agar benar-benar merasa aman dari covid-19.
Tes PCR ini akurat karena dilakukan di laboratorium terpercaya. Menurut Yuri, kebanyakan kasus covid-19 yang baru ini tidak memerlukan perawatan di Rumah Sakit. Pasien hanya perlu untuk melakukan isolasi mandiri selama minimal 14 hari di rumah. Setelah masa isolasi, maka mereka bisa melakukan tes swab ulang di lab agar tahu hasilnya negatif atau positif.
Namun ketika dalam masa isolasi mandiri mereka merasa gejala seperti demam, keringat dngin, dan sesak napas, diharap segera pergi ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Corona bisa disembuhkan, jadi jangan takut untuk berobat ke RS. Lagipula pemerintah sudah menanggung biaya pengobatan pasien yang memegang kartu BPJS.
Yuri menambahkan bahwa untuk mencegah bertambahnya jumlah pasien Corona, masyarakat harus disiplin memakai masker kain. Karena virus covid-19 tidak terlihat dengan mata telanjang. Corona sekarang juga tak hanya menular melalui droplet, tapi juga bisa melayang di udara yang dan kotor. Jadi masyarakat harus waspada dan melindungi diri.
Protokol kesehatan lain juga harus selalu dilakukan. Misalnya dengan mencuci tangan atau pakai hand sanitizer, jaga jarak, dan menghindari kerumunan. Juga menjaga imunitas dan higienitas tubuh. Ingatlah pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Pencegahan Corona bisa dilakukan dan mematuhi protokol kesehatan itu mudah, bukan?
Untuk mensosialisasikan pemakaian masker maka Anda juga bisa membantu pemerintah dengan membagikan masker kain. Harganya juga cukup terjangkau. Masker sangat penting karena bisa mengamankan manusia dari droplet dan airborne yang membawa bibit virus covid-19.
Masyarakat diminta jangan pusing setelah tahu data tentang kenaikan pasien Corona. Karena banyaknya pasien ini adalah hasil dari tracing dan tes PCR swab yang dilakukan oleh pemerintah. Tetaplah mematuhi protokol kesehatan dan menjaga imunitas, agar terhindar dari Corona.
Ismail, Penulis adalah kontributor the Jakarta Institute


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER