Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Wayan Koster Lahirkan Pergub 24/2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut

  • 12 Juli 2020
  • 22:05 WITA
  • Denpasar
  • Dibaca: 1231 Pengunjung
Istimewa

Denpasar,suaradewata.com - Kondisi danau, mata air, sungai, dan laut di Bali dinilai telah semakin menurun secara kuantitas maupun kualitas. Apalagi Air bagi masyarakat Bali berfungsi sebagai sumber kehidupan dan sebagai sarana upacara keagamaan yang sesuai atau sejalan dengan visi pembangunan daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

"Menindaklanjuti kondisi itu, maka perlu dilindungi berdasarkan nilai-nilai Sad Kerthi dalam upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia niskala-sakala. Salah satu wujud solusinya, harus kita awali dengan adanya dasar hukum yang jelas, yang salah satunya dengan menghadirkan Peraturan Gubernur Nomor 24/2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut. Lahirnya Pergub ini sebagai pedoman bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Desa Adat, dan Masyarakat untuk melaksanakan Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola," kata Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat (10/7) saat memberikan keterangan persnya di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar. 

Tujuan adanya Peraturan Gubernur Nomor 24/2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut, lebih lanjut Gubernur yang juga menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menegaskan bertujuan untuk, Pertama menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung, fungsi Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut agar senantiasa dapat menyediakan sumber air pada kuantitas dan kualitas memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia dan mahluk hidup lainnya. Kedua, melindungi Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut beserta ekosistemnya dari kerusakan, pencemaran, dan gangguan yang disebabkan oleh daya rusak alam dan aktivitas manusia. Ketiga, menjaga kebersihan, kemurnian, dan kesucian Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut. Ketiga, melaksanakan Kearifan Lokal dalam rangka Pelindungan Danau, Mata Air,Sungai, dan Laut.awp/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER